Hidayat Nur Wahid Pastikan Hadir di Reuni 212

Jumat, 29 November 2019 16:22 Reporter : Merdeka
Hidayat Nur Wahid Pastikan Hadir di Reuni 212 Hidayat Nur Wahid. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid akan menghadiri aksi reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212. Dia mengaku diundang oleh panitia.

"Diundang. Saya akan datang," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (29/11).

Dia mengungkapkan, undangan juga datang ke institusi PKS. Namun, Hidayat tak tahu siapa saja elite partai PKS lain yang juga akan hadir sebagai umat.

"Kalaupun nanti mereka datang pastilah mereka datang tidak akan pakai baju PKS. Mereka akan datang sebagai umat," ujarnya.

Wakil Ketua MPR itu menyatakan, tak perlu ada yang dikhawatirkan dalam reuni tersebut. Sebab, reuni itu lumrah sebagai bentuk kebebasan berekspresi warga negara.

"Mereka ingin menyalurkan ekspresi mereka dengan citra yang selama ini kan damai-damai saja. 212 sejak dari awal damai, tertib bahkan reuni lalu juga demikian," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Wapres Maruf Amin: PA 212 Sudah Selesai

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengklaim tidak diundang jelang acara reuni Persaudaraan Alumni 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember nanti. Dia mengatakan, saat ini visi dan misi 212 yang dulu sudah selesai.

"Kalau 212 yang asli sudah selesai. Yang ini bentukan baru. Kalau yang asli kan sudah selesai. untuk GNPf MUI sudah dibubarkan semua tugasnya 212 kan sudah selesai, nah itu kan kemudian muncul baru lagi," katanya di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Kamis (28/11).

Sebelumnya Ma'ruf pernah diundang pada 2016 saat 212 menuntut kasus Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Tetapi dia tidak hadir dalam acara tersebut.

2 dari 2 halaman

Silakan Kalau Ingin Gelar Reuni Asal Tidak Anarkis

Ma'ruf menjelaskan tidak melarang PA 212 untuk menggelar acara pada 2 Desember nanti. Tetapi dia meminta agar dalam hal tersebut tidak menimbulkan kegaduhan dan anarkis.

"Jadi intinya itu jangan menimbulkan tindakan-tindakan anarkis.

Kalau orang silaturahim, berkumpul, boleh saja. Tapi jangan menimbulkan kegaduhan," ungkap Ma'ruf.

Sementara Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid tidak melarang gerakan 212 akan menggelar reuni akbar yang digelar pada 2 Desember mendatang. Dia berharap dengan adanya acara tersebut pihak 212 akan mengisi dengan hal positif.

"Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi," kata Zainut di Jakarta, Rabu (27/11).

Wakil Ketua MUI tersebut juga yakin alumni 212 akan menggelar acara tersebut diisi kegiatan positif. Jika reuni tersebut kata dia diisi dengan provokasi hal tersebut akan menimbulkan dosa.

"Tetapi jika reuni tersebut diisi dengan kegiatan yang tidak baik, misalnya melakukan provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian, dan mengadu domba. Maka reuni tersebut bisa menimbulkan dosa," ungkap Zainut.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Tangkal Kabar Hoaks dan Provokatif, Polisi Patroli Siber Jelang Reuni 212
Wapres Ma'ruf Amin: PA 212 Sudah Selesai
Mabes Polri Keluarkan Izin Aksi Reuni 212 di Monas
Jika Izin Diberikan, Polri Minta Reuni 212 Hormati Hak Masyarakat Umum
Wamenag Tak Larang Reuni 212: Namanya Berkumpul dan Bersilaturahmi
Polda Metro Jaya Tak Berlakukan Pengamanan Khusus Saat Reuni Akbar 212 Nanti

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini