Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Keputusan Gibran sempat mendapat banyak pertentangan dari publik karena menguatnya isu dinasti politik yang mengiringi pencalonannya. Lantas, bagaimana sebenarnya respons masyarakat terhadap Gibran di Pilpres.
Survei Charta Politika mencatat bahwa sebanyak 48,9 persen masyarakat merasa Gibran tidak pantas menjadi Cawapres pada Pemilu, sedangkan 38,2 persen menyatakan sebaliknya, bahwa Gibran masih pantas untuk melaju sebagai Cawapres. Sementara itu, 12,9 persen lainnya tidak menjawab atau tidak tahu.
Alasan utama ketidakpantasan Gibran menjadi Cawapres lantaran masyarakat menilai usia Gibran masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman menjadi pejabat publik. Ini ditandai dengan perolehan skor Gibran pada kategori tersebut sebesar 55,4 persen.
Advertisement
Alasan selanjutnya karena dugaan praktik politik dinasti yang sedang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan 26,7 persen suara.
Disusul 12,4 persennya karena bentuk nyata penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Joko Widodo, lalu 3,2 persen yang menilai Gibran orang yang ambisius dan tidak punya loyalitas terhadap partai politik atau organisasi.
Survei berjudul 'Peta elektoral Pasca Putusan MK dan Pendaftaran Capres Cawapres' ini disusun oleh Charta Politika dari tanggal 26 - 31 Oktober 2023. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah memenuhi syarat pemilih.
Advertisement
Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka. Wawancara ini dilakukan kepada 2.400 sampel responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling. Margin of error diperkirakan kurang lebih 2 persen dan quality control sebanyak 20 persen dari sampel.
Reporter magang: Aleda Fanesya