Guyonan Yasonna Penanda Seteru Bebuyutan PDIP-Demokrat

Rabu, 9 Juni 2021 20:03 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Guyonan Yasonna Penanda Seteru Bebuyutan PDIP-Demokrat Yasonna Laoly diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno mengatakan, candaan Menkum HAM Yasonna Laoly soal AHY lama menjadi Presiden merupakan penegasan rivalitas dua partai. Sebelumnya Yasonna melontarkan canda ke politisi Demokrat bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden.

"Ini jadi penegas seteru bebuyutan kedua partai ini sulit diakhiri. Bahkan sampai lebaran kuda sekalipun sukar damai," kata dia, saat dihubungi, Rabu (9/6).

Menurut dia, dalam rivalitas politik, candaan pun bisa jadi masalah serius, termasuk candaan Yasonna. Meskipun medan laga partai-partai, yakni pemilu 2024 masih jauh.

"Padahal belanda masih jauh, pemilu masih lama. Tapi tensi persaingan terus mengeras. Ini jadi tanda-tanda 2024 bakal seru," ungkap dia.

Dia menuturkan, publik tentu bisa membacanya dalam konteks gengsi antar partai. Ketika kader Demokrat tidak terima jika Ketua Umum Demokrat 'dikecilkan' oleh PDIP.

"PDIP boleh berkuasa dua periode, tapi Demokrat pernah juga menang pemilu dua periode dengan SBY presiden. Demokrat tak terima jika Ketum mereka dikecilkan kredibilitasnya oleh seteru abadinya, PDIP," tandas dia.

Diberitakan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melempar candaan kepada politikus Demokrat Benny K Harman. Ia bercanda menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden.

Candaan itu dilempar saat bicara pasal penghinaan presiden dalam draf RUU KUHP. Yasonna mengatakan pasal tersebut dimasukkan untuk menjaga martabat presiden hari ini hingga yang akan datang.

"Tapi apa kita biarkan presiden yang akan datang digituin? Mungkin saja satu di antara kita jadi presiden," kata Yasonna saat rapat kerja Komisi III dengan Menkumham di DPR, Rabu (9/6).

Yasonna menyebut atasan politikus Gerindra Habiburokhman, Prabowo Subianto, sampai atasan Demokrat. Canda Yasonna, AHY masih lama menjadi presiden karena masih muda.

"Atau bos Habib, kita biarkan itu? Kalau bos pak Benny masih lama barangkali. Misalnya, contoh. Ya kan. Masih muda. Canda canda," katanya disambut gelak tawa seisi ruangan.

Demokrat 'Tersengat' Guyonan Yasonna

Menanggapi itu, Anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI Santoso menyatakan tidak terima candaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terhadap Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal masih lama menjadi presiden lantaran masih muda.

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta ini meminta Yasonna mencabut pernyataannya. Sebab Yasonna juga merupakan kader politik dari PDI Perjuangan.

"Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan yang menyatakan bos pak Benny masih lama itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan," kata Santoso saat rapat kerja dengan Komisi III dengan Menkumham di DPR, Jakarta, Rabu (9/6).

"Kenapa karena pak Yasonna selain menteri juga kader partai politik. Jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu," sambungnya.

Santoso mengatakan, pernyataan Yasonna bisa menimbulkan friksi di masyarakat. Dia minta persoalan Pilpres 2024 itu menjadi roda sejarah.

"Sehingga nanti menimbulkan friksi di tangah masyarakat. Soal boss pak Benny dan boss saya di tahun 2024 jadi atau tidak biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu," katanya.

Yasonna Minta Maaf

Menanggapi itu, Menkumham Yasonna menyampaikan permintaan maaf dan mencabut pernyataannya. "Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, mohon maaf," ucapnya.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review Ujang Komarudin menilai candaan tersebut tidak akan berbuntut panjang. Lantaran sudah dicabut oleh Yassona.

"Karena joke nya sudah dicabut, oleh Yasonna, kelihatannya arah polemiknya tak akan melebar dan meluas,"

Apalagi Yasonna pun sudah menyampaikan permohonan maafnya. "Karena Yasonnanya sudah minta maaf," tutup dia. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini