Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar klaim Pilgub DKI hanya 1 putaran jika PDIP dukung Ahok

Golkar klaim Pilgub DKI hanya 1 putaran jika PDIP dukung Ahok Idrus Marham di DPP Golkar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham meyakini Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung 1 putaran jika PDIP bergabung mendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya, Pilgub DKI memang istimewa dibandingkan dengan daerah lain.

Sebab hanya calon yang dapat mengantongi 50 persen +1 dari jumlah suara warga Jakarta lah yang bisa terpilih menjadi gubernur DKI.

"Ya insya allah (satu putaran), ndak boleh mendahului Tuhan," kata Idrus di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (20/9).

Idrus optimis pasangan Ahok-Djarot punya kans besar memenangi kontestasi Pilgub DKI. Alasannya, kinerja dan prestasi Ahok-Djarot dalam menata Jakarta telah cukup maksimal.

Dia mencontohkan upaya Pemprov DKI dalam merevitalisasi lokalisasi Kalijodo yang selalu 'mandek' di era gubernur sebelumnya.

"Saya keyakinan dengan masyarakat pilihan rasional dan kedua prestasi Ahok-Djarot yang relatif singkat dilakukan, bagaimana menata Jakarta indah, penataan Kalijodo yang beberapa gubernur tidak bisa, kan bisa," jelas Idrus.

Apalagi, sejumlah hasil survei menyebut elektabilitas duet Ahok-Djarot memperoleh penilaian yang terbilang tinggi. Angka tersebut, lanjut dia, menunjukkan mayoritas warga Jakarta menginginkan Ahok-Djarot kembali memimpin.

"Saya realistis melihat realitas politik, dan salah satu instrumen mengontrol adalah lembaga survei itu. Nah survei selama ini Ahok 60, 65 bahkan 67. Artinya kita percaya sebagai suatu pendekatan akademik untuk memahami realitas politik, peta politik kan itu kecenderungan dan aspirasi rakyat yang harus kita percaya," klaimnya.

Menurutnya, program pembangunan di Jakarta juga tidak akan sulit dilakukan Ahok-Djarot jika kembali menang. Sebab, keduanya hanya tinggal melanjutkan pencapaian di periode pertama kepemimpinannya.

"Bagi pasangan Ahok-Djarot nanti persoalannya tinggal melanjutkan, jadi jangan dianggap mereka ini saingan. Justru tantangan kita bagaimana meyakinkan rakyat bahwa calon ini memang terbaik disertai prestasi-prestasi yang ada," ujarnya.

Ditambahkannya, partai pendukung Ahok juga tidak khawatir dengan munculnya calon-calon pesaing Ahok. Tugas dari barisan pendukung Ahok hanya tinggal meyakinkan warga bahwa suksesi kepemimpinan di Ibu kota akan berjalan baik jika kembali dijabat Ahok-Djarot.

"Jadi keliru kalau selalu menghadap-hadapkan orang kayak mau main tinju, bukan itu. Justru mereka bersaing kepada rakyat semuanya. Siapapun lainnya jangan melihat itu. Tapi kita harus bagaimana rakyat ini kita yakinkan bahwa kalau pasangan ini dilanjutkan kepemimpinan Jakarta semakin baik," tandas Idrus. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP