Girangnya Setya Novanto dan Fadli Zon saat Trump jadi Presiden AS

Kamis, 10 November 2016 09:26 Reporter : Eko Prasetya
Girangnya Setya Novanto dan Fadli Zon saat Trump jadi Presiden AS Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©2015 REUTERS/Lucas Jackson

Merdeka.com - Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Trump berhasil meraih suara sebanyak 276, sementara rivalnya Hillary Clinton mendapat 218 kursi.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengaku bahagia dan bersyukur dengan kemenangan Trump. Menurutnya, kemenangan Trump bisa menjadi keuntungan bagi negara Indonesia.

"Sebagai sahabat sebagai teman saya mensyukuri tentu sebagai teman yang baik dengan kemenangan Donald Trump ini bisa menjadikan sesuatu yang sangat baik buat saya dan tentu buat negara," kata Novanto di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (9/11).

Novanto yang sempat bikin heboh karena foto bersama Trump beredar luas itu berharap kemenangan tersebut bisa membuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi lebih dekat. Baik di sektor perdagangan, kelembagaan dan diplomasi kedua negara.

"Mudah-mudahan kemenangan ini hubungan antara Indonesia dan juga Amerika Serikat akan lebih baik. Khususnya baik di dalam perdagangan dalam instansi dan hubungan bilateral ini bisa semakin akrab," terangnya.

Lebih lanjut, Novanto mengklaim pertemuannya dengan Trump bersama Fadli Zon saat kampanye calon presiden Amerika September 2015 silam membuahkan hasil yang baik bagi Trump dan juga Indonesia. Saat itu, Novanto yang masih menjabat Ketua DPR dan pimpinan lainnya datang dalam acara kampanye Trump. Novanto menyebut pertemuan itu guna membahas investasi AS ke Indonesia.

"Ya ini tentu saya sangat bahagia karena apa yang sudah kita lakukan pada saat itu dan ternyata sekarang sudah terbukti bahwa apa yang saya lakukan ini adalah lebih kepada kebaikan, dan kepentingan untuk negara Indonesia," klaimnya.

"Dan kenyataannya apa yang saya sampaikan itu dulu bahwa memang Donald Trump sangat ingin berinvestasi di Indonesia dan bekerja sama di Indonesia," sambung Novanto.

Menurutnya, Trump sangat mengapresiasi Indonesia sebagai negara dengan umat muslim terbesar. Novanto juga menyebut Trump telah berjanji ingin melakukan investasi besar ke Indonesia.

"Apalagi beliau melihat sangat apresiasi bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar dan beliau sangat ingin memberikan kontribusi besar untuk melakukan investasi. Waktu itu masih pengusaha," tandas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut kemenangan Donald Trump bakal membawa efek positif bagi Indonesia. Keuntungan bagi Indonesia terutama bagi segi bisnis, perdagangan dan investasi lainnya.

"Buat Indonesia akan lebih bagus, karena kalau Donald Trump pasti kerjasamanya lebih pada arah bisnis, interpreuner. Bahkan dia sendiri mengatakan dia adalah seorang builder," kata Fadli.

Di samping itu, politikus Partai Gerindra ini juga telah memprediksi bahwa Trump berhasil meraih suara melebihi rivalnya Hillary Clinton. Sebab, retorika diungkapkan Trump mampu memengaruhi publik AS.

"Saya dari awal termasuk yang sudah yakin bahwa Donald Trump akan menang, melihat konfigurasi rakyat AS dan saya yakin apa yang dia sampaikan dalam kampanye yang dikhawatirkan soal islam, imigran, retorika kampanye, tidak akan dia lakukan," terangnya.

Fadli justru khawatir bila Hillary menang. Ini dikarenakan ditakutkan Hillary akan ikut campur dalam urusan luar negeri Indonesia. Spekulasi itu terlihat saat Hillary masih menjadi Menteri Luar Negeri AS. Hillary terlibat dalam sejumlah persoalan negara lain, seperti di Timur Tengah.

"Sementara Hillary, dia akan ikut campur dalam urusan seperti Timteng kan banyak kebijakan Hillary, ancur-ancuran dan sebagainya. Kalau Hillary memang akan ikut campur urusan seperti Papua," ungkapnya.

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini