Ginandjar Kartasasmita: Kok jabatan ketua DPR diwariskan

Senin, 11 Desember 2017 13:19 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ginandjar Kartasasmita: Kok jabatan ketua DPR diwariskan PMI kirim bantuan ke Nepal. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Politikus Senior Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita meyakini Aziz Syamsudin tidak akan menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Menurutnya, mekanisme penunjukan Aziz sebagai Ketua DPR merupakan sebuah kekeliruan.

"Saya yakin Aziz tidak disahkan sebagai ketua DPR dalam rapat paripurna, tidak akan terjadi pengesahan Aziz," kata Ginandjar saat dihubungi, Senin (11/12).

Ginandjar menegaskan, posisi Ketua DPR tidak bisa diwariskan seperti yang dilakukan Setnov kepada Aziz.

"Bagaimana kok jabatan Ketua DPR diwariskan, bukan begitu. Jabatan ketua DPR harus diproses sebagaimana harusnya, ini kan kayak diwariskan," tegasnya.

Masalah ini, kata Ginandjar menunjukkan ketidakdewasaan Golkar dalam berpolitik. Serta terkesan ada pihak yang ingin mempertahankan kekuasaan.

"Cermin betapa orang-orang yang berkuasa ingin mempertahankan kekuasaannya dengan segala cara. Cermin kecurangan dan Golkar baru harus meninggalkan hal tersebut, termasuk money politik," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengakui ada surat penunjukan Ketua Banggar Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto. Namun belum ada surat resmi yang diterima oleh pimpinan.

"Jadi itu adalah tentang status terakhir dari Pak Novanto. Memang ada informasi resmi tapi belum tertulis dari pihak keluarga beliau bahwa beliau sudah tandatangan pengunduran diri," ujar Fahri melalui pesan singkat diterima wartawan, Minggu (10/12). [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini