Gerindra sebut teror bom bukti ketidaksiapan pemerintah dan polisi

Rabu, 16 Mei 2018 13:25 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Bom Surabaya. ©2018 REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Indonesia tengah berduka menyusul serangkaian aksi teror di sejumlah lokasi. Mulai dari teror di Mako Brimob, Kelapa Dua, 3 gereja di Surabaya, rusunawa di Sidoarjo sampai teranyar di Polda Riau. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai teror-teror tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dan aparat penegak hukum.

Bahkan, dia menyebut pemerintah dan aparat penegak hukum selalu tidak siap melakukan deteksi dini dan menanggulangi masalah-masalah dadakan seperti tindak terorisme.

"Menurut kami sekali lagi ini adalah ketidaksiapan kita berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah problem kemendadakan. Kita selalu tidak siap dengan problem kemendadakan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Padahal, kata Muzani lembaga-lembaga terkait telah diberikan perangkat untuk mendeteksi teror, seperti dukungan anggaran hingga payung hukum.

"Alat untuk mendeteksi kejadian yang bersifat mendadak itu sudah kita berikan apakah anggaran, apakah kerjasama, apakah koordinasi termasuk Undang-Undang yang sekarang ini berlaku. Baik Undang-Undang teroris tahun 2003 ataupun Undang-Undang tentang BIN dalam hal ini," tegasnya.

Untuk itu, Muzani meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait langkah penanggulangan aksi terorisme. Hal ini diperlukan agar semua elemen bisa mengetahui kontribusi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan negara dari ancaman teror.

"Karena itu, kami ingin pemerintah dalam hal ini aparat keamanan kepolisian menjelaskan, persoalan ini dengan gamblang terbuka atau tertutup," pintanya.

Meski demikian, Muzani menyebut aksi-aksi teror yang belakangan terjadi tidak lagi menjadi masalah pemerintah dan aparat kepolisian, tetapi masalah bersama. Pihaknya mengimbau semua pihak bersatu menyelamatkan negara dari terorisme.

"Menurut saya sekarang ini adalah problem yang harus kita semua bersatu. Mau koalisi, mau oposisi kita harus menyelamatkan diri bawa bangsa. Kita harus menyelamatkan martabat bangsa ini adalah ancaman sudah di depan mata oleh sekelompok kecil," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini