Gerindra Gerah Prabowo Hanya Dikaitkan Soeharto, Dulu Jadi Cawapres Megawati

Jumat, 30 November 2018 16:25 Reporter : Sania Mashabi
Gerindra Gerah Prabowo Hanya Dikaitkan Soeharto, Dulu Jadi Cawapres Megawati prabowo dan megawati nonton pencak silat di TMII. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Nama Calon Presiden nomor urut 02 sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belakangan ini sering dikaitkan dengan Presiden kedua Soeharto. Hal itu terjadi karena ucapan Prabowo tentang korupsi Indonesia sudah mencapai stadium 4 dikritisi oleh Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Basarah ingin menegaskan pada Prabowo bahwa korupsi sudah terjadi sejak lama ketika mertuanya yakni Presiden Soeharto masih menjabat sebagai Presiden. Dia juga menilai Soeharto sebagai guru korupsi.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani heran mengapa Prabowo hanya selalu dikaitkan dengan era Soeharto yang erat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Padahal kata dia, Prabowo juga sempat bergabung dan menjadi calon wakil presiden untuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Pemilu 2009.

"Saya kira itu sebagai sebuah kenyataan betul Pak Prabowo pernah menjadi menantu Pak Harto tapi jangan lupa Pak Prabowo juga pernah menjadi calon wakil presidennya Ibu Mega, harusnya disebut itu juga dong," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11)

Menurutnya pelabelan Prabowo tidak bisa hanya dikaitkan dengan masa orde baru saja. Tetapi juga harus dikaitkan pada masa setelah orde baru di mana Mantan Danjen Kopassus itu pernah menjadi calon wakil presiden Megawati.

"Supaya penyebutannya sama jangan penyebutan Pak Prabowo diidentikkan ke yang sono, tapi yang ini tak diidentikkan, Prabowo pernah jadi cawapres Ibu Mega, saya ikut tanda tangan waktu itu," ungkapnya.

Diketahui, polemik soal kasus korupsi mencuat saat calon presiden Prabowo Subianto menyinggung dan menyebut tingkat korupsi saat ini layaknya stadium kanker empati.

"Isu utama di Indonesia sekarang adalah korupsi, yang sudah seperti stadium kanker," tegas Prabowo.

Hal ini direspon okeh kubu Jokowi-Ma'ruf. Yang memandang bahwa korupsi itu memang marak terjadi di masa pemerintahan Soeharto, yang notabenenya mantan mertuanya Prabowo.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta , Rabu (28/11).

Ini disanggah oleh Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, yang menempatkan sosok Soeharto sebagai tokoh ideologi partainya.

"UU korupsi sudah ada sejak zaman Hindia Belanda, maka julukan Bapak Korupsi tidak layak dialamatkan pada HM Soeharto Presiden RI ke-2 yang memiliki jasa membangun bangsa ini. Ia tidak pernah belajar, apalagi di zaman beliau jarang ada korupsi seperti saat ini," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini