Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geram, Sekjen PDIP Sebut Pernyataan Andi Arief Berbahaya dan Provokatif

Geram, Sekjen PDIP Sebut Pernyataan Andi Arief Berbahaya dan Provokatif Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di kediaman SBY. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bereaksi keras menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief. Dia menyebut pernyataan Andi yang menyebut ada tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos, sangat berbahaya.

Melalui akun twitternya, Andi Arief menyebut ada tujuh kontainer di Tanjung Priok berisi surat suara tercoblos. Namun, dia langsung menghapus cuitan terkait.

"Pernyataan saudara Andi sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, dan sangat berbahaya. Pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut, sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan," ucap Hasto saat dikonfirmasi, Kamis (3/1).

Hasto balik menyerang Andi Arief. Dia menyarankan Andi tidak berhalusinasi. Beranggapan Pemilu 2019 sama dengan Pemilu 2009 yang diklaimnya penuh kecurangan.

"Saudara Andi Arief juga harus ingat ini tahun 2019, sehingga jangan berhalusinasi terjadi kecurangan masif seperti tahun 2009, ketika pimpinan KPU saat itu pun ditawari masuk ke jajaran teras elit kekuasaan. Jadi simpan seluruh skenario berpikir curang dengan referensi masa lalu," ungkap Hasto.

Menurutnya, yang dilakukan Andi Arief semakin membuktikan adanya berbagai skenario untuk menyudutkan penyelenggara Pemilu dan pemerintah.

"Penciptaan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu dengan cara-cara tidak beradab, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan politik dengan tujuan memasukkan opini Pemilu sepertinya curang, padahal Pak Jokowi kepemimpinannya sangat demokratis dan menghormati independensi penyelenggara pemilu," jelas Hasto.

Pihaknya menegaskan, di tahun politik ini seluruh Partai wajib menjaga suasana yang kondusif, dan menjaga disiplin seluruh anggota dan kadernya agar tidak menciptakan kegaduhan yang merusak energi persatuan bangsa.

"Kami berharap agar apa yang dilakukan oleh saudara Andi Arief yang mencoreng keadaban politik di awal tahun, agar tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum bersama Bawaslu serta pihak lainnya melakukan pengecekan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dimana disebutkan ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Arief Budiman menyatakan kabar tersebut tidak benar.

"Kami memastikan berdasarkan keterangan dari Bea Cukai tidak ada berita itu. Tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu. Tidak benar KPU telah menyita satu kontainer tersebut. Semua berita bohong," ucap Arief.

Dia menegaskan, pihak yang menyampaikan tersebut atau menyebarluaskan harus segera ditangkap oleh pihak keamanan.

"Orang-orang jahat yang menganggu, mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu harus ditangkap. Pelakunya (harus segera ditangkap)," ungkap Arief.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, mengatakan hal yang sama. Dia menuturkan, pihak yang memiliki otoritas terhadap kontainer yang ada sudah memastikan kabar tersebut tidak benar adanya.

"Memastikan itu berita bohong. Harus kita lawan dan klarifikasi kebenarannya," jelas Afifuddin.

Dia mengatakan, pihaknya juga langsung melaporkan kabar ini ke Cyber Crime Mabes Porli. "Kita sudah laporkan ke Cyber Crime Mabes Polri," tutupnya.

Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP