Fahri Hamzah akan Dukung Capres yang Lebih Jago Pidato dari Anis Matta

Selasa, 5 Oktober 2021 14:16 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Fahri Hamzah akan Dukung Capres yang Lebih Jago Pidato dari Anis Matta Fahri Hamzah. ©Media Center DPN Partai Gelora Indonesia

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah belum mau membocorkan jagoannya dalam Pemilu 2024. Menurut dia, saat ini Gelora tengah fokus pada pertarungan pemilu legislatif 2024.

“Dengan aturan pemilu yang ada seperti sekarang maka Gelora hanya ingin fokus terlebih dahulu untuk pemilu legislatif,” kata Fahri saat dihubungi merdeka.com, Selasa (5/10).

Fahri menjelaskan, secara umum kontribusi sektor cabang kekuasaan legislatif di Indonesia juga besar. Sehingga dia juga akan fokus mengubah aturan pemilu menjadi lebih adil. Khususnya soal ambang batas pencalonan presiden.

“Mudah-mudahan ada perubahan aturan yang lebih baik. Sehingga playing field dari pertarungan Pemilu 2024 akan jauh lebih jurdil bagi semua kontestan,” kata Fahri.

Namun bicara soal calon presiden, Fahri memiliki satu syarat. Dia ingin, calon presiden tersebut bisa berpidato lebih menarik dari apa yang telah dilakukan oleh Ketua Umum Gelora Anis Matta.

“Syaratnya sederhana sekali, saya mau cari orang yang pidato bisa lebih menarik dari ketua umum partai Gelora,” kata Fahri.

Sementara itu, Sekjen Gelora Mahfuz Siddik menegaskan, Gelora belum bicara soal dukungan calon presiden. Menurut dia, capres yang akan didukung partai Gelora harus layak jual dan memiliki kinerja yang baik.

Soal dengan siapa akan berkoalisi, kata Mahfuz, pihaknya juga belum membahas hal itu. Pada prinsipnya, Gelora terbuka untuk kepentingan nasional, sepanjang calon yang diusung memang layak jual dan layak memimpin.

“Layak jual kan terkait popularitas. Menurut saya jika tokoh punya popularitas minimal 70 persen saat ini, maka ada modal layak jual. Kalau layak memimpin terkait kinerja dan kredibilitas,” terang dia.

Mahfuz melanjutkan, selain Presiden Jokowi, publik masih menanti siapa tokoh yang menonjol kinerja dan kredibilitasnya. Masih ada cukup waktu sampai akhir 2022 untuk menemukan tokoh tersebut.

“Bisa dari Ketua Umum partai atau tokoh lainnya,” kata mantan Politikus PKS itu. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini