Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fadli siap jawab tantangan PSI jelaskan siapa pimpinan 'planga plongo'

Fadli siap jawab tantangan PSI jelaskan siapa pimpinan 'planga plongo' Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sempat mengecam cuitan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Twitter. Mereka meminta agar Fadli Zon menjelaskan karena yakin tulisan itu ditujukan untuk Presiden Joko Widodo.

Terkait hal itu, Fadli menyatakan siap memberikan penjelasan. Bahkan dia mengajak anggota PSI untuk diskusi. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya satu orang, tapi dirinya meminta satu rombongan.

"Jadi kalau butuh penjelasan saya ajak diskusi. Tapi satu rombongan," ucap Fadli di Gedung MK, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Fadli meminta untuk membaca baik-baik apa yang disampaikan di Twitter. Sehingga maksudnya dapat dimengerti.

"Belajar dulu bahasa Indonesia. Lihat Twitter saya dengan baik, baca. Yang saya maksud seperti apa," pungkas Fadli.

Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon membuat pernyataan panas di akun Twitter-nya. Fadli menyebut Indonesia butuh pemimpin seperti Presiden Rusia, Vladimir Putin, bukan yang banyak mengutang dan planga plongo.

"Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak byk ngutang, nggak planga plongo," kicau Fadli Zon di akun Twitter, @fadlizon, Jumat (30/3).

Pernyataan itu ditanggapi Ketua DPP PSI Tsamara Amany mempertanyakan siapakah pemimpin 'planga plongo' yang dimaksud oleh Fadli Zon. Jika memang yang dimaksud bukan Presiden Jokowi, dia menambahkan, maka seharusnya Fadli Zon berani menjelaskan siapakah pemimpin 'planga plongo' itu.

"Gini ajalah, Pak Fadli kan orang yang berani, terus siapa pemimpin 'planga plongo' yang dimaksud? Siapa, saya yakin Pak Fadli berani mengungkap siapa yang dimaksud oleh beliau," katanya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (31/3).

Selain itu, Tsamara juga mempertanyakan mengenai sikap Fadli yang kagum pada Putin. Sebab, Putin dinilai sebagai orang yang tidak layak untuk memimpin negara demokrasi, seperti Indonesia.

"Putin terkenal membiarkan korupsi yang terorganisir. Membungkam oposisi dengan cara yang kejam. Kita ini negara demokrasi," tegasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP