Fadli Sebut Puisi Doa yang Tertukar 'Digoreng' Lawan Diarahkan ke Mbah Moen

Selasa, 12 Februari 2019 18:41 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Fadli Sebut Puisi Doa yang Tertukar 'Digoreng' Lawan Diarahkan ke Mbah Moen Fadli Zon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan santri berasal dari pondok pesantren se-Kudus demo soal puisi politikus Gerindra, Fadli Zon berjudul 'Doa yang Tertukar'. Puisi itu dianggap menghina KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menegaskan bahwa puisinya sama sekali tak menghina dan bukan ditujukan kepada Mbah Moen. Menurutnya, ini adalah 'gorengan' lawan politiknya.

"Kalau orang yang punya literasi coba dicek jelas, saya berulang kali katakan itu bukan buat Mbah Moen, Mbak Moen itu saya hormati, saya sebut kau penguasa tengik, emang Mbah Moen penguasa? Ya lagian itu puisi, tetapi kalau mau digoreng-goreng ya goreng saja silakan," kata Fadli di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Fadli menolak jika dituntut meminta maaf soal puisinya. "Untuk apa, saya tidak ada perbuatan yang lawan hukum di situ," ujarnya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu mengklaim bahwa tak ada santri atau ulama di Jawa Tengah yang protes terkait puisinya.

"Santri yang mana, saya sudah bicara dengan kiai di sana enggak ada, mereka enggak ada mau laporkan puisi. Silakan saja, tetapi puisi itu bagian dari ekspresi saya tegaskan sebagai orang yang berekspresi itu bukan Mbah Moen justru kita hormati Mbah yang sedang berdoa. Jadi tolong digunakan akal sehat. Beitu saja," imbuhnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini