DPP Golkar Soal Desakan Munas Dipercepat: Ojo Kesusu

Minggu, 16 Juni 2019 17:06 Reporter : Merdeka
DPP Golkar Soal Desakan Munas Dipercepat: Ojo Kesusu kampanye akbar partai golkar di istora senayan. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sejumlah kader muda Golkar yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG), meminta agar partainya mempercepat Musyawarah Nasional (Munas). Padahal sesuai hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2017, Munas baru digelar pada Desember 2019.

Terkait hal itu, Ketua DPP Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily, mengatakan jangan terburu-buru. Jika memang ada kader yang ingin maju sebagai Ketua Umum, ditunggu sampai akhir tahun.

"Ojo kesusu (Jangan terburu-buru). Jika ada kader Partai Golkar yang mau maju ya silakan saja melalui Munas akhir tahun ini. Kita kan partai yang demokratis," ucap Ace kepada Liputan6.com, Minggu (16/6).

Dia menuturkan, terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa Partai Golkar mengalami keterpurukan. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Airlangga partainya telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemenang kedua dalam Pileg 2019 ini.

"Kalau kita lihat kembali hampir semua survei oleh lembaga-lembaga survei yang ternama dan kredibel menyatakan bahwa suara untuk Golkar akan turun besar sampai satu digit, bahkan ada yang menyebut sampai dikisaran 6-9%. Dan hampir semua survei memprediksi Golkar akan menempati urutan ketiga bahkan ada yang menyatakan bisa turun ke urutan lebih bawah lagi," jelas Ace

Dia juga menjelaskan, banyak pengamat yang menilai partai berlambang pohon beringin ini tak akan berada di papan atas lagi. Namun, jelas hasilnya berbeda.

"Selain itu, kita tahu bahwa sepanjang sejarah Partai Golkar pasca reformasi, di tahun 2019 ini Partai Golkar dapat memenangkan Pilpres dimana kita mendukung pasangan Jokowi-Kyai Ma’ruf. Ini tentu patut diapresiasi," tutur Ace.

Soal Munas, masih kata dia,Pihaknya harus merujuk pada AD/ART. Sebagaimana amanat Munaslub 2017, Partai Golkar akan menggelar Munas akhir tahun ini.

"Jadi sebaiknya bersabar saja. Masih ada di depan mata agenda nasional yang harus diselesaikan. Ada sidang MK untuk Pilpres dan Pileg. Penetapan dan pelantikan DPR RI dan DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi terpilih. Pelantikan Presiden dan lain-lain,"dia memungkasnya.

Ganti Airlangga

Sebelumnya, Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG), meminta agar partainya mempercepat Musyawarah Nasional (Munas), ikhwal memilih Ketua Umum yang baru. Pihaknya menilai, Golkar mengalami keterpurukan dan harus segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Inisiator BPPG Abdul Aziz mengusulkan, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet sebagai pengganti Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu. Dia menilai ini sosok yang tepat.

Menurutnya, Bamsoet bersih dari potensi hukum, dan bisa diterima dan berkomunikasi antar partai lainnya, lantaran menjabat sebagai Ketua DPR RI.

"Benar (mendorong Bamsoet). Sosok yang berdedikasi bagi partai, bersih dari potensi hukum, dan diterima oleh lintas partai, karena beliau adalah Ketua DPR RI," jelas Aziz.

Masih kata dia, mendesak Munas dipercepat, karena kinerja Airlangga di Pemilu 2019 dinilai kurang. Padahal posisi Golkar berada di posisi kedua dari hasil resmi Rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU.

"Ini yang ingin kita luruskan, perolehan suara pemilu kemarin Golkar peringkat 3 dibawah Gerindra. Kehilangan 1,2 juta pemilih dan kehilangan 6 kursi di DPR RI. Terburuk sepanjang sejarah pemilu," klaim Aziz.

Dia menuturkan, keberhasilan harus dinilai dengan data dan fakta. Jangan menggunakan penilaian subyektif.

"Tidak boleh dengan penilaian subyektif. Seolah-olah Golkar telah melewati badai. Malah disaat Novanto bermasalah, survei partai Golkar masih di level 15 persen," pungkas Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini