Dorong RUU KUHP Dibahas Kembali, Menkum HAM Yasonna Minta DPR Surati Jokowi

Rabu, 1 April 2020 19:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Dorong RUU KUHP Dibahas Kembali, Menkum HAM Yasonna Minta DPR Surati Jokowi Menkumham Yasonna H Laoly. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mendorong Komisi III DPR RI segera kembali membahas dua RUU carry over, yaitu RUU KUHP dan Permasyarakatan. Untuk itu, Yasonna minta DPR menyurati Presiden Joko Widodo agar mengeluarkan Supres (Surat Presiden) supaya dua RUU itu dibahas.

"Karena dalam pembahasannya, carry over yang kita sepakati untuk dibahas ulang dan beberapa UU yang disepakati DPR masuk prolegnas yang lalu. Dalam pandangan kami, carry over karena mandat politik, maka ini mandat politik baru, maka Surpres baru harus kami mintakan," kata Yasonna saat rapat dengan komisi III, Rabu (1/4).

Politikus PDIP itu khawatir jika Surpres baru tak kunjung keluar, pengesahan dua RUU tersebut bakal terhambat. Yasonna minta dukungan Komisi III untuk bisa menyurati kepala negara.

"Kami dapat informasi dari Bapak Azis Syamsuddin sudah bicara dengan Presiden, kiranya DPR dapat menulis surat kepada Presiden mungkin melalui keputusan Komisi III untuk memproses dua RUU yang akan datang dan mengirimkan surpres penetapan carry over tersebut," sambungnya.

"Saya khawatir kalau tidak menetapkan surpres baru, nanti kalau sudah diselesaikan oleh Kelompok-kelompok tertentu akan dijudicial review dan jadi persoalan baru," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan, bahwa DPR lewat Badan Musyawarah akan mengadakan rapat untuk membahas kemungkinan RUU tidak harus menggunakan Supres baru. Sehingga, proses pembahasan tidak berjalan lama.

"Adapun perdebatan terkait perlu tidaknya surpres, kami telah melakukan koordinasi bahwa hal itu bisa dilakukan tanpa melakukan surpres. Karena dalam mekanisme rancangan tatib dan RUU pembentukan UU yang telah dibahas di dalam Baleg dapat memungkinkan untuk melakukan terobosan," kata Azis.

Untuk diketahui, RUU KUHP dan Permasyarakatan merupakan dua RUU kontroversial peninggalan DPR periode 2019-2024. Dua RUU tersebut telah masuk 50 RUU Prioritas Prolegnas Tahun 2020. [ray]

Baca juga:
DPR Sepakat Kembali Bahas RUU KUHP, Tapi Cuma Pasal Krusial Saja
Menguji Keseriusan Polri Mengungkap Pembunuh Mahasiswa Kendari Yusuf Qardhawi
Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM Saat Demo Mahasiswa Tolak RUU KPK dan RKUHP
Dunia Dalam Demonstrasi Sepanjang 2019
Mahfud MD Sebut Masih Ada Pasal dan UU Pesanan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini