Djarot siapkan pasukan antisipasi kecurangan
Merdeka.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengharapkan pencoblosan di putaran kedua Pilgub DKI berlangsung jujur dan adil. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Djarot tidak mempermasalahkan saingannya, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno mempersiapkan diri agar tidak dicurangi. Sehingga, dia bersama tim pemenangan juga mempersiapkan pasukan pengawasan di TPS.
"Sama ke semuanya kita harus jujur dan adil jangan curang. Makanya kita juga bikin pasukan-pasukan," katanya di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).
Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, beberapa pasukan telah disiagakan, baik dari relawan ataupun partai pendukung. Mereka bertugas untuk mengantisipasi adanya kecurangan di tempat pemungutan suara (TPS).
"Seperti ini gerak cepat untuk mengantisipasi jangan sampai ada kecurangan. Saya bilang jangan sampai curang," tutup Djarot.
Sebelumnya, mengantisipasi kecurangan jadi fokus utama Partai Gerindra jelang pemungutan suara Pilgub DKI 2017 putaran kedua. Partai berlambang kepala garuda itu tampaknya yakin betul, pasangan calon yang mereka Anies Baswedan-Sandiaga Uno bakal dikerjai perolehan suaranya.
Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan sejak tahap penyusunan data pemilih untuk putaran kedua. Pengawasan dilakukan oleh tim yang terdiri dari kader Gerindra ?dan pengacara.
"Total ada 300 pengacara yang kita kerahkan untuk pengawal pendataan pemilih untuk putaran kedua. Karena kami tidak ingin ada mobilisasi massa pada hari H lewat penggunaan suket," ujarnya?, Senin (13/3).
Menurut dia, temuan pada putaran pertama adanya sejumlah suket yang dianggap bodong harus menjadi perhatian bagi dukcapil dan pihak kelurahan.
Karenanya, wakil ketua DPRD DKI itu pun mengimbau agar Dukcapil dan lurah-lurah se-DKI bersikap netral menghadapi pilkada putaran kedua ini.
"Kita harapkan putaran kedua ini tidak ada kecurangan, dan PNS pun kita minta untuk bersikap netral," jelas dia.
M Taufik juga menjabarkan, jika pada putaran pertama banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan pada putaran pertama menjadi evaluasi bagi timses. Dengan begitu, pada putaran kedua mendatang Gerindra ?akan melakukan pembenahan-pembenahan menjelang putaran kedua.
Seperti diketahui, persoalan daftar pemilih untuk putaran kedua adalah pekerjaan rumah yang tengah diselesaikan oleh KPU DKI Jakarta saat ini. Sejumlah data telah masuk untuk direkapitulasi.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya