Di Bawah Komando AHY, Demokrat Dinilai Lebih Untung Jadi Oposisi

Selasa, 17 Maret 2020 07:03 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Di Bawah Komando AHY, Demokrat Dinilai Lebih Untung Jadi Oposisi Kongres V Partai Demokrat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melenggang mulus ke pucuk pimpinan partai Demokrat. Dia menggantikan posisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setelah secara aklamasi dipilih menjadi Ketua Umum Demokrat dalam Kongres, Minggu (15/3).

Sejumlah pertanyaan muncul. Salah satunya soal arah politik Demokrat di bawah kepemimpinan AHY. Apakah akan bergabung ke koalisi pendukung pemerintah? Atau Demokrat di bawah AHY malah secara tegas mengambil posisi berlawanan, sebagai oposisi?

Pengamat politik, Adi Prayitno mengatakan, jika berkaca dari pengalaman, sebenarnya tak sulit membaca di mana partai mercy bakal berdiri. Demokrat, dalam pandangan dia, akan cenderung mengambil posisi di tengah atau non-blok.

"Tidak oposisi, tidak juga (gabung) ke pemerintah. Dia ingin jadi penyeimbang antara koalisi dan oposisi. Kalau Pemerintah lagi bagus dia puji, kalau tidak dia kritik," kata dia, kepada merdeka.com, Senin (16/3).

Posisi yang demikian, kata Adi, merupakan ciri khas Demokrat. Politik 'ada di tengah' merupakan politik yang diambil oleh mantan Ketum Demokrat, SBY. "Itu posisi yang menjadi ciri khas Demokrat dan itu khas politik SBY. Dia berusaha untuk objektif dengan sikap politik," jelas dia.

Namun demikian, Demokrat di tangan AHY, juga berhadapan dengan harapan masyarakat yang menginginkan kehadiran partai oposisi sejati dalam percaturan politik nasional. Dia menggambarkan, saat ini posisi pemegang tongkat komando oposisi sedang lowong. Setelah Gerindra bergabung ke Pemerintah.

"Karena banyak orang yang kritis, anti-pemerintah dan kelompok yang dulu ingin ganti Presiden ini belum dapat muara politiknya," tutur dia.

Karena itu, jika AHY berani membawa Demokrat bergeser menjadi oposisi, maka Demokrat akan mendapatkan keuntungan elektoral. "PKS dianggap bukan sebagai tempat untuk menyalurkan itu. Kalau Demokrat muncul sebagai oposisi sejati, saya kira secara intens akan jauh lebih menguntungkan. Itu melihat suasana batin masyarakat banyak yang berharap Demokrat itu menjadi oposisi sejati," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Dia menilai pertemuan SBY dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini