Deretan Politisi Senayan yang Pindah ke NasDem

Senin, 25 April 2022 14:41 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Deretan Politisi Senayan yang Pindah ke NasDem Suasana Rapat RUU Ciptaker di Parlemen. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Fenomena politisi pindah partai kerap dijumpai jelang perhelatan pemilu. Bak pemain sepak bola, politisi di Senayan juga melakukan pindah partai politik sebelum mendaftar ke KPU sebagai calon legislatif.

NasDem menjadi salah satu parpol yang kerap kedatangan politisi kawakan. Sederet nama beken memilih meninggalkan partainya untuk berlabuh ke NasDem.

Setelah pindah ke NasDem, tidak semuanya berhasil kembali duduk di Senayan. Ada juga yang gagal.

Berikut deretan politisi Senayan yang pindah ke NasDem:

Okky Asokawati dari PPP ke NasDem

Pada tahun 2008, Okky menyalonkan diri sebagai anggota DPR RI Fraksi PPP. Dia pun terpilih sebagai anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014.

Setelah masa jabatan pertamanya berakhir, Okky kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI 2014-2019 dengan total 35.727 suara.

Pada tahun 2018, Okky mengajukan diri lagi sebagai calon legislatif, namun tidak bersama PPP melainkan dengan Partai Nasdem. Tetapi Okky gagal duduk di Senayan.

Krisna Mukti dari PKB ke NasDem

Pada pemilu legislatif 2014, aktor peran Krisna Mukti terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia maju dari PKB dengan mewakili daerah pemilihan Jawa Barat VII dengan perolehan 31.987 suara.

Pada Pileg 2019 lalu, pemeran dalam FTV Pintu Hidayah ini kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai NasDem, tetapi gagal.

2 dari 5 halaman

Venna Melinda dari Demokrat ke NasDem

Venna menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari Partai Demokrat. Saat Pemilu 2019, Venna memutuskan pindah ke Partai NasDem, sayangnya dia gagal menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

Venna maju dari Partai NasDem Dapil Jawa Timur VI. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Venna mendapatkan 57.060 suara.

Fauzi Amro dari Hanura ke NasDem

Karier politik Fauzi di DPR RI bermula pada periode 2014- 2019 ketika terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili Dapil Sumatera Selatan I dari Partai Hanura.

Pada Pileg 2019, ia menyeberang ke NasDem dan terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem memperoleh 84.956 suara di Dapil Sumsel I

Roberth Rouw dari Gerindra ke NasDem

Nama Roberth Rouw sudah tidak asing di Senayan karena pada 2014-2018 ia merupakan salah satu Anggota DPR RI dari Partai Gerindra sebelum akhirnya dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) karena berpindah partai ke NasDem.

Dia pun maju menjadi caleg NasDem dengan nomor urut 5 dan berhasil menjadi peraih suara terbanyak diantara Caleg lainnya.

Dari 128 Caleg DPR RI Dapil Papua yang memperebutkan 10 kursi, Roberth Rouw memperoleh 274.426 suara.

3 dari 5 halaman

Sri Wulan dari Gerindra ke NasDem

Sri Wulan adalah politisi yang berasal dari Jawa Tengah. Pada tahun 2018, ia pindah dari Partai Gerindra ke Partai NasDem.

Dia pun terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 di daerah pemilihan Jawa Tengah III (Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan).

Rita Zahara dari Gerindra ke NasDem

Rita terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 pada Pileg 2014 dari fraksi Gerindra dan bertugas di Komisi V.

Namun, pada Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019, Rita digantikan oleh Faisal Muharrami Saragih dari Fraksi Partai Gerindra Dapil Riau I melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Pergantian ini terjadi karena Rita memutuskan pindah ke NasDem untuk melaju di Pemilihan Umum 2019.

Sjachrani Mataja dari Gerindra ke NasDem

Sjachrani maju pada Pemilu 2019 melalui Partai NasDem mewakili dapil Kalimantan Selatan II dengan nomor urut 1.

Sebelumnya, ia merupakan politisi dari Partai Gerindra. Sjachrani pernah tercatat sebagai anggota Komisi VI.

Pada Rapat Paripurna 2 Oktober 2018, Sjahrani tidak lagi menjadi anggota DPR dan digantikan oleh Ahmad Yudhi Wahyuni.

4 dari 5 halaman

Lucky Hakim dari PAN ke NasDem

Artis Lucky Hakim pernah menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari PAN. Dia maju dari Dapil 6 Jawa Barat dengan nomor urut 3. Dia lolos ke Senayan dengan perolehan 57.891 suara.

Namun pada tahun 2018, dia dipecat dari karena konflik dengan internal partainya. Lucky mengaku pemecatannya berawal dari keengganannya untuk maju kembali menjadi caleg lewat PAN. Dia akhirnya mundur dari PAN pada 11 April 2018.

Dari PAN, Lucky Hakim masuk ke Partai NasDem. PAN kemudian melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Lucky Hakim di DPR setelah kepindahannya ke Partai NasDem.

Indira Chunda Tita dari PAN ke NasDem

Indira Chunda Tita Syahrul mengikuti jejak ayahnya Syahrul Yasin Limpo ke Partai NasDem. Ia berhasil duduk di Senayan karena menang 104.000 suara di Pileg 2014 lalu melalui PAN.

Memasuki periode ketiganya di DPR RI Thita mengambil keputusan mengejutkan untuk pindah ke Partai NasDem. Sebelumnya Syahrul merupakan kader Partai Golkar, sedangkan Thita adalah anggota DPR RI dari PAN.

Arif Suditomo

Mantan presenter televisi kawakan Arief Suditomo telah terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Hanura.

Pada Pileg 2019, ia mencalonkan kembali sebagai caleg namun melalui partai yang berbeda, yakni Nasdem. Arief maju di dapil Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Sayangnya, ia gagal kembali melenggang ke Senayan untuk kedua kalinya karena kalah bersaing dengan caleg lain.

5 dari 5 halaman

Rufinus Hutauruk dari Hanura ke NasDem

Rufinus maju di Pileg 2014 melaui Hanura mewakili daerah pemilihan Sumatera II. Pada Pemilu 2019 ia memutuskan kembali maju dari Partai NasDem mewakili dapil Bali dengan nomor urut 2. Namun ia gagal melenggang ke Senayan.

Dossy Iskandar Prasetyo dari Hanura ke NasDem

Pada Pemilu 2019, Dossy memutuskan untuk kembali melalui Partai NasDem, meninggalkan partai lamanya yakni Hanura. Ia mewakili dapil Jawa Timur VIII dengan nomor urut 2. Sayangnya ia tidak berhasil duduk menjadi wakil rakyat.

Ammy Amalia Fatma Surya dari PAN ke NasDem

Ammy terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dari PAN mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VIII. Pada Paripurna 2 Oktober 2018, Ammy tidak lagi menjadi anggota dewan dan digantikan oleh Muhammad Hanafi melalui mekanisme PAW.

Pada Pemilu 2019, Ammy kembali maju dari Partai Nasdem tetapi tidak lolos ke Senayan. [rnd]

Baca juga:
Rumor Asman Abnur Tinggalkan PAN Gabung NasDem
Untung Rugi Gabungnya Asman Abnur ke NasDem
Jelang Pemilu, Surya Paloh akan Membakar Semangat Kader NasDem di Pulau Buru
NasDem Tak Minat Koalisi dengan Partai yang Langsung Sodorkan Tokoh Capres
M Taufik Bakal Pimpin Paripurna Pergantiannya Sebagai Wakil Ketua DPRD DKI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini