Demokrat Soal Usulan Debat Korupsi Orba: PSI Cuma Niat Nyerang

Jumat, 7 Desember 2018 20:34 Reporter : Ahda Bayhaqi
Demokrat Soal Usulan Debat Korupsi Orba: PSI Cuma Niat Nyerang ferdinand hutahaean. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding, PSI cuma berniat menyerang pemerintah Orde Baru, Soeharto dan pendukungnya, dalam usulan tema korupsi orde baru untuk debat capres-cawapres. Dia tidak melihat semangat pemberantasan korupsi dalam usulan tersebut.

"Saya lihat semangat PSI membawa itu semangat menyerang orba bukan semangat pemberantasan korupsi. Bicara pemberantasan korupsi tidak bicara orde baru, orde lama, orde manapun bahkan orde sontoloyo," kata Ferdinand ketika dihubungi, Jumat (7/12).

Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu menilai usulan tersebut sengaja diangkat untuk menyerang kubu capres nomor urut 02. Sebab, Partai Berkarya yang dipimpin keluarga Soeharto itu menjadi pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Jadi kalau sudah menyebut orde baru PSI cuma sedang menyulut kemarahan menyulut kebencian dan menyerang orde baru," kata Ferdinand.

Ferdinand menduga kalau usulan tersebut diteruskan maka bisa saja usulan debat soal PKI diangkat. Supaya menyeret Orde Lama atau era Soekarno.

"Nanti bisa saja kelompok keluarga pak harto mengusulkan misalnya partai berkarya mengusulkan supaya debat memasukan tema PKI karena PKI ini sejarah kelam bangsa supaya milenial tidak lupa sejarah," kata dia.

"Artinya siapa kan orde lama lagi, orde lama siapa, orde lama akan terkait ibu Megawati, anak-anak Soekarno bu Megawati terkait dengan PDIP terkait dengan pak Jokowi sebagai kader PDIP apakah kita akan selalu menyerang seperti itu? kan begitu nanti," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menjelaskan usulan itu ia cetuskan dikarenakan di dua koalisi pasangan capres-cawapres berdebat mengenai citra Soeharto di masa kepemimpinannya.
Ketimbang berdebat hanya di tingkat koalisi, Raja menilai masyarakat perlu mendapat pandangan tersendiri melalui debat capres-cawapres mengenai hal tersebut.

"Usulan ini jauh lebih mendidik masyarakat secara politik. Daripada berkilah bahwa Soeharto bukan simbol KKN, Soeharto bukan guru korupsi," jelasnya.

Dia mengungkapkan, baik dirinya maupun Wasekjen PDIP Ahmad Basarah akan siap diajak berdebat hal itu.

"Saya dan mungkin Mas Basarah akan siap jika diajak berdebat tentang warisan Orde Baru yang dipuja-puji kubu Pak Prabowo-Sandi, daripada kita menjadi dokter yang menyalahkan data KPK tentang korupsi Orde Baru," ungkap Raja. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini