Kabar duet pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jusuf Kalla (JK) semakin santer terdengar. Terlebih usai Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan dengan JK.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menyatakan bahwa mereka menyambut baik isu tersebut.
"Kalau ada yang mengawin-ngawinkan JK-AHY toh teman-teman juga yang bilang, kami juga tak mungkin menolak itu dan biarkan diskusi itu berjalan, kan tidak tahu siapa yang akan terjadi besok," kata Hinca saat ditemui di Wisma Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat (27/6).
Hinca mengungkapkan bahwa kabar tersebut juga sudah menjadi pembahasan umum di kalangan internal kader Demokrat.
"Di kader banyak pendapatnya, macam-macam begitu. Waktu kami di puncak juga diskusi kami buat poling diantara kami, macam-macam tuh ada yang bilang pasangan ini dan itu," ujarnya.
Hinca menjelaskan sah-sah saja kader mempunyai prediksi pasangan capres-cawapres yang akan diusung oleh Demokrat sebab pendaftaran kandidat secara resmi belum dilakukan, dan baru akan dilakukan sekitar 40 hari mendatang.
"Saya kira normal sampai nanti partai memutuskan A, maka semua kader ikut. Tapi kalau gagasannya, tentu semua orang kita akan mintai pandangannya untuk 40 hari ke depan," ujarnya.
Nama-nama yang muncul dalam poling di kalangan internal tersebut dikatakan telah dibahas satu per satu. Namun, Hinca tidak menyebutkan siapa-siapa saja nama lain yang muncul selain JK.
"Jadi nama-nama yang muncul itu menjadi diskusi kita, kan bagus kalau begini dengan ini, ini dengan ini. Saya kira logis karena memang semua kader peduli tentang masa depan bangsa 5 tahun ke depan ini," imbuhnya.