Demokrat Sebut KLB Tak Mungkin: Masak AHY Kudeta Diri Sendiri?

Senin, 1 Maret 2021 13:04 Reporter : Ahda Bayhaqi
Demokrat Sebut KLB Tak Mungkin: Masak AHY Kudeta Diri Sendiri? Wawancara Khusus AHY. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, upaya gerakan kudeta Partai Demokrat tidak mungkin terjadi. Jika Kongres Luar Biasa jika digelar pasti inkonstitusional dan ilegal.

"Kalau para pelaku GPK PD masih berencana melakukan KLB, sudah pasti itu inkonstitusional dan ilegal," katanya dalam keterangannya, Senin (1/3).

KLB menjadi inkonstitusional karena perlu persetujuan Majelis Tinggi Partai Demokrat yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono selaku Wakil Ketua Majelis Tinggi.

"Masak Mas AHY mau mengkudeta diri sendiri?" jelas Herzaky.

Ditambah, ada syarat 2/3 dari 34 DPD dan 1/2 dari 514 DPC untuk menggelar Kongres Luar Biasa. Namun, kata Herzaky, semuanya telah menyatakan setia kepada AHY sebagai ketua umum dan menolak KLB.

"Ilegal karena kalau ada KLB, pasti yang hadir bukan pemilik suara sah. Alias KLB Bodong ini namanya," tegasnya.

Herzaky menyarankan para mantan kader Demokrat yang telah dipecat tidak perlu memberikan pernyataan pepesan kosong. Ia meminta mereka tidak perlu buat kisruh.

"Kami, Partai Demokrat, sedang fokus bekerja untuk membantu rakyat terdampak Covid-19 dan bencana. Tidak perlu meladeni lagi pepesan kosong dari mantan kader yang baru saja kami pecat," pungkasnya.

Sebelumnya, Darmizal MS mengaku tidak kecewa atas keputusan Partai Demokrat yang memecat dirinya dan enam kader lain. Dia justru merasa semakin yakin untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB).

"KLB bagi saya adalah satu kebanggaan yang luar biasa karena terkait dengan tujuan mulia yang dilandasi niat tulus dengan manfaat kebaikan. Terutama dan yang paling penting adalah manfaat dapat menyelamatkan begitu banyak kader di seluruh tanah air dari perilaku zalim pimpinan partai," katanya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (27/2).

Darmizal menyebut, keputusan Demokrat memecat dirinya menjadi tonggak sejarah baru dalam partai mercy itu. Pemecatan itu juga menunjukkan wajah asli Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang antikritik, tidak demokratis dan mengelola partai sesuai selera.

"Pemecatan ini akan semakin membuat agenda perubahan dan perbaikan partai semakin bergelora, semakin besar. KLB, insya Allah, akan segera dilakukan," ujarnya.

Darmizal melanjutkan, dirinya dan enak kader yang dipecat Partai Demokrat akan mengambil langkah hukum. Salah satunya melayangkan gugatan pemecatan tersebut kepada Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Kami tidak akan tinggal diam melihat arogansi dan otoritarianisme ini. Kini sudah kepalang basah jadi mandi sekalian, maka kami para senior lainnya, tidak akan segan-segan untuk membongkar semua dosa politik mereka di depan publik dan segera tanpa kecuali", tandas Darmizal. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini