Demokrat Sebut Jokowi Gagal Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu & Penyiraman Novel Baswedan
Merdeka.com - Politisi Partai Demokrat Benny Kabur Harman menilai rezim Jokowi gagal menuntaskan kasus Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu. Padahal, menurutnya, rezim Jokowi mampu menuntaskan jika sungguh-sungguh ingin menyelesaikan kasus HAM.
"Sebenarnya kasus HAM masa lalu bisa diselesaikan. Tapi presiden Jokowi gagal melakukannya," kata Benny dalam acara di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Selasa (8/1).
Benny mengatakan, bangsa Indonesia sangat berkepentingan untuk menyelesaikan kasus HAM masa lalu. Hal itu agar bangsa Indonesia tidak terjebak pada pergulatan kasus-kasus di masa lalu.
Oleh karenanya, Demokrat sebagai salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi mengusulkan pembentukan dewan nasional penuntasan kasus HAM masa lalu.
"Harapan kita pemerintahan di bawah Presiden Prabowo dan Sandiaga punya konsep dan skema yang lebih jelas untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di masa lalu," kata Benny.
Legislator Komisi III DPR ini juga mengkritisi komitmen rezim Jokowi terhadap penguatan institusi pemberantasan korupsi. Benny mengatakan, komitmen penguatan KPK sebagai salah satu institusi pemberantasan korupsi di Indonesia tidak tampak.
Alih-alih menguatkan institusi KPK, rezim Jokowi justru gagal membongkar siapa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
"Kita harus terbuka bahwa kegagalan Jokowi di periode ini tidak mampu menyelesaikan, mencari siapa pelaku yang telah merusak fisik Novel Baswedan. Bagi kami ini adalah simbol komitmen pemerintah terhadap agenda pemberantasan korupsi, terhadap penguatan KPK," ucap Benny.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya