Demokrat sebut Buni Yani punya kapasitas gabung Timses Prabowo-Sandiaga
Merdeka.com - Ketua tim sukses pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso berniat mengajak Buni Yani masuk ke anggota tim sukses. Status Buni Yani sendiri masih terdakwa.
Meski demikian, Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief menilai Buni Yani memiliki potensi jadi timses dengan berbekal rekam jejaknya sebagai mantan wartawan jika masuk di bagian timses media sosial.
"Saya belum dengar pertimbangannya apa. Tapi ya so far Buni Yani punya kapasitas soal itu (timses) ya. Saya tidak dalam posisi mendukung atau tidak, tapi beliau karena seorang wartawan mungkin, ya mungkin karena dia wartawan itu," katanya di Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Minggu (9/9).
Andi tak khawatir bila Buni Yani masuk timses Prabowo-Sandiaga, isu politik identitas bakal mengemuka seperti Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Buni Yani sendiri memang terlibat pada kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Demokrat akan komitmen sesuai arahan ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menjual isu politik identitas.
"Oh enggak saya kira enggak. Jelas. Selagi ada partai Demokrat, politik identitas gak bisa masuk. Ada yang menahan. Kalau ada politik identitas kita gak mau bergabung," ucapnya.
Diketahui, Djoko Santoso berniat mengajak Buni Yani masuk timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jika terealisasi, Buni Yani akan masuk ke bagian media sosial.
"Insya Allah lah tak suruh masuk timses Prabowo-Sandiaga. Dia belum minta apa-apa tapi beliau adalah seorang penulis. (Masuk anggota) medsos lah dia kan dosen juga kalo nggak salah," kata Djoko di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9).
Djoko mengaku kenal dengan Buni Yani saat menjalani sidang atas kasus pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia duduk di kursi terdakwa lantaran dianggap mengedit isi video pidato Basuki Tjahaja Purnama memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang ujaran kebencian.
Sementara itu saat disinggung kehadiran Buni Yani sebagai sinyal sebagai anggota timses, Djoko menjawab secara diplomatis.
"Dia sering dateng ke sini saja, ada enggak ada pemilu juga ya biasa saja," tukasnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya