Demi Menangkan Jawa Tengah, BPN Fokus Isu Korupsi dan Ekonomi
Merdeka.com - Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang digarap serius oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam Pilpres April mendatang. Apalagi daerah tersebut merupakan basis pendukung calon presiden petahana, Joko Widodo alias Jokowi.
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno melihat ada peluang untuk memenangkan daerah yang sering disebut 'kandang banteng' itu. Apalagi dirinya merasakan bahwa masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya perubahan.
"Saya tadi memberikan arahan, bahwa kita punya peluang di Jawa Tengah, karena masyarakat merasakan bahwa ada keinginan untuk suatu perubahan," katanya usai mengikuti Rapim BPN di Lorin Solo Hotel, Jumat (8/2).
Dia menyampaikan, pihaknya memperhatikan beberapa isu penting yang menjadi perhatian masyarakat di Jateng. Diantaranya tentang pemberantasan korupsi. BPN berkomitmen terhadap isu tersebut, karena saat ini mulai ada perlawanan terhadap penegak hukum.
"Isu lainnya adalah pertanian, yang berhubungan dengan dua hal utama yang diangkat Prabowo-Sandi yakni penciptaan lapangan pekerjaan baru yang berkualitas. Khususnya di bidang pertanian, karena sektor ini adalah kunci untuk kemampuan kita menghadirkan swasembada pangan," paparnya.
Yang kedua, menurut Sandi, adalah harga-harga bahan pokok. Jika sektor pertanian kuat, distribusi pupuk berjalan baik, harga obat terjangkau, maka harga bahan pokok bisa dipastikan tidak merugikan petani. Kebijakan impor saat panen yang bisa menyengsarakan petani juga harus dihindari.
"Ini poin-poin yang kami sampaikan di Jawa Tengah. Kalau kami konsisten menyampaikan ini, peluang kami di Jawa Tengah untuk mendapatkan hasil terbaik sangat terbuka," terangnya.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menambahkan, sangat penting bagi Prabowo-Sandi untuk menyentuh langsung masyarakat Jawa Tengah.
"Berdasarkan survey kita, saat ini kita unggul di Sumatera, Sulawesi dan pertarungan kita saat ini, battle ground kita di Jawa Tengah," katanya.
Sedangkan di Banten, dan Jawa Barat pihaknya menyebut mampu unggul dibanding pasangan nomor 01. Untuk di Jawa Timur, juga memiliki peluang dengan pengaruh sosok SBY dan para kyai NU.
"Pak SBY sudah turun, berdasarkan survey terakhir selisih kita hanya tinggal satu digit saja," jelasnya lagi.
Rapat koordinasi yang berlangsung tertutup tersebut dihadiri Ketua BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnoputri, serta jajaran BPN lainnya seperti Ferry Juliantono, Ferry Mursyidan Baldan, Fuad Bawazier, Hanafi Rais, serta Neno Warisman.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya