Datangi KPU, Tim Sukses Prabowo-Sandi Cek Daftar Pemilih Tetap
Merdeka.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani, bersama para Sekjen dari koalisi tim sukses pasangan nomor urut 02 mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat. Kedatangan para tim sukses itu untuk memastikan hak seluruh pemilih terpenuhi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Selain Muzani, hadir Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, ketua DPP PKS Pipin Sopian, Sudirman Said, dan Habiburokhman. Kata Muzani, pihaknya sengaja hadir di KPU untuk memastikan nama-nama dari pemilih sudah masuk terdaftar.
"Pertama, untuk memastikan bahwa pada hari Rabu, tanggal 17 April tahun depan, seluruh Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat untuk memilih dapat menggunakan hak pilihnya dalam hal memilih. Karena itu kami datang ke KPU untuk memastikan tidak boleh ada satu warga negara pun yang tercecer, tidak menggunakan hak pilihnya, padahal dia telah memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya," kata Muzani di lokasi, Senin (10/12).
"Sekali lagi kita betul-betul menginginkan di last minute ini sebelum betul-betul diketok, pemilih yang memang harus dijamin negara lewat KPU untuk memilih betul-betul punya haknya untuk memilih, jadi niatannya itu," sambung Hinca mempertegas kedatangannya.
Selain itu, Priyo Budi Santoso yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga mengatakan, kehadirannya juga membicarakan terkait temuan Kementerian Dalam Negeri soal 31 juta penduduk yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT).
"Jadi kami tadi konsentrasi untuk mempertanyakan kembali tentang 31 juta yang tiba-tiba disodorkan oleh Dukcapil, karena kami masih berasumsi masih ada pertanyaan besar. Jangan-jangan ini pintu masuk penggelembungan ataukah apa, kami memastikan," kata Priyo.
Menurut Priyo, KPU telah melakukan penelusuran terhadap angka tersebut. Ia mengatakan, penelusuran KPU sudah mencapai 90 persen. Menurut Priyo, KPU akan merapatkan kembali terkait kemungkinan itu.
"Tadi dari jawaban KPU kita sedikit merasa nyaman karena KPU ikut mencoba menelusuri ini semua kita akan menunggu sebelum diumumkan tanggal 15 KPU tadi juga ingin mengundang kami semua termasuk juga mungkin dari kubu sebelah atau manapun juga partai politik untuk diikutkan sejauh mana kami bisa menelusuri ini barang. karena kita menginginkan adanya pemilu yang jurdil," bebernya.
"Kami juga jujur saja masih mempertanyakan sampai hari ini motif dari dukcapil untuk tiba-tiba enggak ada hujan enggak ada angin menyodorkan angka 31 juta itu, ya wajar karena kami menginginkan ini adalah pemilu yang jurdil dan bermartabat," kata Priyo. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya