Cerita Kader NU Masuk PDIP, Tak Ingin Perjuangan Terkotak-kotakan

Minggu, 31 Januari 2021 21:00 Reporter : Merdeka
Cerita Kader NU Masuk PDIP, Tak Ingin Perjuangan Terkotak-kotakan PDIP Bakal Gelar Penanaman Pohon dan Bersih Sungai Ciliwung. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua kader Nahdlatul Ulama (NU) kini menjadi anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah dan Abidin Fikri. Keduanya mengaku tidak kehilangan identitasnya sebagai warga Nahdliyin meski sudah bertahun-tahun menjadi anggota partai.

Gus Falah mengatakan, dirinya adalah putra dari Amru Al Mu'tashim, mantan anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PKB. Saat memutuskan masuk ke PDIP, dia mencoba meyakinkan ayahnya yang kaget hingga meneteskan air mata.

"Namanya berjuang, NU ini ada di mana-mana. Jangan terkotak-kotakan partai dan itu bagus," tutur Gus Falah dalam acara Harlah NU ke-95, Minggu (31/1/2021).

Hasilnya, lanjut Gus Falah, sejak mulai beraktivitas di PDIP pada 2004 dirinya malah mampu melaksanakan nilai-nilai Ahlus-Sunnah wal Jama'ah.

"Karena melihat perjuangan NU, itu kan untuk membesarkan orang yang lemah. Di PDI Perjuangan, visinya menaikkan harkat wong cilik, ya Alhamdullilah memilih PDI Perjuangan," kata Gus Falah.

Abidin Fikri menambahkan, sejak kecil dirinya kental dibesarkan dengan tradisi NU. Meski beraktivitas di PDIP sejak 2001, dia merasa identitas NU sama sekali tidak luntur.

"Tradisi-tradisi NU itu masih. Karena memang tak bisa dipisahkan. Dan di sini saya menemukan bahwa bicara Kaum Nahdliyin ya bicara kaum Marhaen. Keduanya berdekatan. Saya bangga sebagai seorang nasionalis dan seorang Nadliyin," kata Abidin.

Reporter: Nanda Perdana (Liputan6) [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PDIP
  3. Nahdlatul Ulama
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini