Cak Imin sebut PKB lebih dulu dukung Jokowi dibanding Golkar dan PPP

Selasa, 17 April 2018 07:29 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Cak Imin sebut PKB lebih dulu dukung Jokowi dibanding Golkar dan PPP pengurus pdip kunjungi markas pkb. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Partai-partai pendukung Joko Widodo menyindir keputusan PKB mendeklarasikan pasangan Joko Widodo-Muhaimin Iskandar (JOIN) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu Serentak 2019. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai wajar jika partainya mengusung Jokowi-Muhaimin.

Sebab, kata Cak Imin sapaan Muhaimin, PKB lebih dahulu mendukung Jokowi dibandingkan Partai Golkar dan PPP sejak Pemilu Presiden 2014 lalu.

"Kita lebih awal usung Jokowi. Kami start sudah jauh jadi kalau mau menangin pak Jokowi dengan cara yang sejak awal kami rintis, bukan tiba-tiba dan reaksioner," kata Cak Imin di Jakarta, Senin (16/4) malam.

Untuk itu, Cak Imin mengklaim elektabilitas Joko Widodo akan terus naik apabila dipasangkan dengan dirinya pada Pemilu Serentak 2019. Tren tersebut, menurutnya, telah terlihat dari hasil survei.

"Kalau dari segi kerja keras kami survei menunjukkan Jokowi-Cak Imin tertinggi sehingga perlu kuatkan kembali supaya terbukti pasangan ini," klaimnya.

Cak Imin menjelaskan, niknya elektabilitas pasangan Jokowi-Muhaimin dikarenakan banyaknya dukungan dari para kiai, ulama, dan masyarakat. Dukungan kiai kepada dirinya merata.

Misalnya ratusan kiai dan puluhan ribu masyarakat di Jember, Jawa Timur mengukuhkan dirinya untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres beberapa waktu lalu.

"Besok di Demak, para ulama yang memiliki massa dan pendukung fanatik berkumpul untuk memberikan dukungan agar saya mengemban amanah dan bisa terpilih di 2019," tambahnya.

Wakil Ketua MPR ini mengaku optimis bakal dipilih menjadi cawapres oleh Jokowi dibanding tokoh-tokoh lain yang bermunculan. Cak Imin menuturkan, dirinya telah modal besar untuk menjadi cawapres yaitu dukungan para ulama, kiai, dan masyarakat.

"Kompetitor untuk cawapres ada beberapa namun namun segmennya berbeda," tandasnya.

Sebelumnya, langkah PKB mengumumkan pasangan Jokowi-Muhaimin (JOIN) mendapat sorotan dari partai pendukung Jokowi lainnya. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Mustaqim menilai secara etika Cak Imin sapaan Muhaimin itu berkomunikasi dengan partai-partai pendukung Jokowi sebelum mendeklarasikan diri menjadi cawapres.

"Ini bicaranya sudah etika, kalau bicara etika ya tentunya lebih wise kalau dikomunikasikan dengan partai-partai yang satu koalisi," kata Mustaqim di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/4) malam.

Namun, Mustaqim menilai manuver Cak Imin dan PKB terkait pencalonan cawapres sebagai hal biasa dalam berpolitik. Sebab, pada hakekatnya tujuan berpartai adalah mencari kekuasaan, termasuk mengusung kader menjadi cawapres. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini