Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin dinilai bisa jadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019

Cak Imin dinilai bisa jadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 Muhaimin Iskandar. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki peluang untuk maju di Pilpres 2019. Terlebih belakangan ini, pria yang akrab disapa Cak Imin itu nampak akrab kala mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peresmian stasiun bandara.

"Cak Imin atau siapapun mau maju (cawapres) sah-sah saja. Tidak ada yang membatasi beliau, cuma rekam jejak beliau harus memiliki tolak ukur," kata Dosen Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, Iman Surya, Minggu (7/1).

Dia mengakui kemunculan Cak Imin bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu memang memunculkan berbagai spekulasi. Namun pada akhirnya nanti masyarakat yang akan menentukan hasil akhirnya.

"Dalam politik itu biasa ya, namanya dinamika. kalau misalnya Pak Muhaimin mau maju dikatakan curi start juga enggak. Artinya kalau Pak Muhaimin ingin ke Pak Jokowi dalam perpolitikan itu biasa. Tinggal sejauh mana masyarakat melihat secara arif profil Pak Muhaimin ini dalam kancah perpolitikan," jelasnya.

Iman mengungkapkan, Cak Imin memiliki pengalaman yang mumpuni untuk maju di Pilpres 2019. Sebab yang bersangkutan sudah pernah berada di pemerintahan. Namun hal itu diserahkan kembali kepada parpol atau calon yang akan menggandeng Cak Imin di 2019 nanti.

"Beliau kan pernah menjadi menteri, menaker. Tinggal dilihat sejauh mana kevalidan data beliau itu memberikan kontribusi bagi beliau ke depan. Masalah pak Jokowi ingin berpasangan dengan siapa ke depan, itu urusan pak Jokowi. Sekali lagi, saya sampaikan Cak Imin atau siapapun mau maju (cawapres) sah-sah saja," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP