Buka Peluang Koalisi dengan Partai Alumni, Golkar Sebut Punya Platform Sama

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:02 Reporter : Ahda Bayhaqi
Buka Peluang Koalisi dengan Partai Alumni, Golkar Sebut Punya Platform Sama Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Partai Golkar membuka pintu koalisi dengan partai manapun. Salah satunya dengan partai-partai pecahan atau alumni dari Partai Golkar.

"Jadi siapa saja kita masih terbuka ya apalagi kita pernah memang punya sejarah bersama misalnya dengan partai-partai tadi dulu pernah bersama sama di Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pada seminar daring nasional bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10).

Menurut Doli, sangat mungkin terjadi Golkar berkoalisi dengan partai sempalannya. Sebab, masih memiliki platform yang sama. Ia merasa bakal lebih mudah berkoalisi dengan partai-partai pecahan Golkar.

"Jadi sangat mungkin terjadi terbuka dan saya kira akan lebih mudah karena kita sama sama punya platform yang sama saya kira bisa terjadi," kata Doli.

Ketua Komisi II DPR RI ini menilai, Golkar bisa menghidupkan kembali potensi besarnya jika bersatu dengan partai-partai pecahannya. Misalnya dengan Gerindra dan NasDem. Namun, hal itu tidak mudah karena Gerindra dan NasDem punya keinginan yang berbeda dengan Golkar.

"Tapi kan itu sesuatu yang enggak mudah juga artinya kalau kita punya keinginan belum tentu teman-teman di NasDem teman-teman di Gerindra punya keinginan," ujar Doli.

"Tapi setidaknya ya karena kita punya platform yang sama sejak dulu ya tentu dalam momentum-momentum politik tertentu kita bisa membangun visi bersama," ucapnya. [bal]

Baca juga:
Golkar Sebut Airlangga Belum Populer Sebagai Capres Karena Tak Suka Publisitas
Akbar Tanjung Harap Golkar Pemenang Pemilu, Airlangga Jadi Presiden di 2024
PPP Usul Suharso Cawapres, Airlangga Dinilai Ideal dengan Sandiaga atau Erick Thohir
PPP: Airlangga-Suharso Konfigurasi Jawa dan Luar Jawa di Pilpres 2024
Kasus Suap Banprov, Eks Wakil Ketua DPRD Jabar Ade Barkah Dituntut 5 Tahun Penjara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini