Berkarya Nilai Tambahan 31 Juta Pemilih di DPT Jadi Pintu Masuk Kecurangan

Jumat, 7 Desember 2018 23:56 Reporter : Irwanto
Berkarya Nilai Tambahan 31 Juta Pemilih di DPT Jadi Pintu Masuk Kecurangan Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menilai permintaan pemerintah untuk memasukkan 31 juta warga ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi pintu masuk kecurangan pemilu. Masyarakat diminta mengawasi setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencegah aksi itu.

Hal tersebut diungkapkan Priyo saat mendampingi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dalam sebuah diskusi di Palembang, Jumat (7/12) malam. Acara ini dihadiri ratusan pendukung dan simpatisan paslon Prabowo-Sandi.

"Satu bulan ini harus berhati-hati, kita terkejut Kemendagri tiba-tiba meminta 31 juta warga dimasukkan dalam DPT. Kita perlu khawatir karena bisa menjadi pintu masuk kecurangan," katanya.

Menurut mantan politisi Golkar itu, partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi berencana mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempertanyakan sekaligus protes penambahan DPT. KPU dan pemerintah harus memberikan secara detail terkait hal itu.

"Nanti lima sekjen partai pendukung Prabowo-Sandi akan ketemu ketua KPU Senin nanti. Kalau memang jelas, kita bisa lapang dada," ujarnya.

Sebaliknya, Prio mengungkapkan, jika pemerintah dan KPU tak bisa menerangkan, dirinya meminta masyarakat harus terlibat aktif saat pemilu 17 April 2019. Sebab, 31 juta DPT bukan angka yang kecil, tetapi sangat mempengaruhi perolehan suara setiap partai politik maupun capres.

"Pendukung militan jangan membiarkan masalah ini. DPT itu harus disisir, jangan sampai ada suara hantu, orang mati tiba-tiba lahir lagi, dicek dan ditelusuri," kata dia. "Masyarakat harus mengawasi TPS, pelototin TPS agar tidak terjadi kecurangan," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini