Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berantas kemiskinan, Mama Emi akan kucurkan Rp 500 juta per desa di NTT

Berantas kemiskinan, Mama Emi akan kucurkan Rp 500 juta per desa di NTT Cawagub NTT Mama Emi. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebagai provinsi ketiga termiskin di Indonesia. Walau mendapatkan predikat kurang menyenangkan, banyak orang yang terus berjuang untuk memberantas kemiskinan di provinsi berjuluk Seribu Pulau ini.

Salah satunya adalah Mama Emi, sapaan akrab Cawagub NTT Emelia Julia Nomleni. Menurutnya, untuk memperkuat perekonomian masyarakat, Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) harus terus digulirkan.

"Program DeMAM selama ini dianggap berhasil. Kalau tahun-tahun sebelumnya, angkanya Rp 250 juta per desa per tahun, ke depan, angka itu kami naikkan menjadi Rp 500 juta per desa per tahun. Ini kita lakukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat," kata Mama Emi saat melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Jumat (27/4). Disampaikan melalui keterangan pers.

Perempuan berambut putih itu percaya, kemiskinan yang terjadi selama ini disebabkan belum kuatnya perekenomian masyarakat. Suntikan dana yang disiapkan pemerintah dalam bentuk Program DeMAM sangat membantu perekonomian mereka.

Program ini, sambungnya, akan membuat masyarakat berpikir dan bertindak sesuai kondisinya. "Program ini kami teruskan karena sangat membantu masyarakat. Masyarakat diajak berpikir dan berbuat untuk menentukan sendiri apa yang akan diusahakannya," jelasnya.

Mama Emi menambahkan, masyarakat butuh pendampingan dan pelatihan dalam menjalankan program ini. "Pemerintah akan mengambil peran itu dengan memberikan pendampingan dan pelatihan terhadap masyarakat dalam mengembangkan usahanya, dengan modal yang telah disiapkan pemerintah itu," ungkapnya.

Program DeMAM di mata Mama Emi, berkaitan juga dengan usaha pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di NTT. "Agar anak-anak kita, pemuda-pemudi kita, tidak lagi mencari kerja di tempat lain. Kita tidak lagi mengirim anak-anak kita mencari kerja di tempat lain. Yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan modal, memberikan pelatihan kepada mereka, agar mereka bertahan di tanah ini untuk mengembangkan perekonomian di NTT," tegasnya.

Dia yakin, dengan pemberian modal dan pelatihan, pemuda-pemudi NTT bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

"Jadi kita tidak pusing lagi dengan langkanya lapangan pekerjaan di NTT. Seorang yang mendapatkan modal sekaligus pelatihan, membuka lapangan pekerjaan, sebenarnya dia tidak sedang menolong dirinya sendiri. Dengan melakukan hal mulia itu, dia bisa memperbantukan dan membantu banyak orang," ujarnya.

Harapan petani di Kawangu NTT

Hungareme Andung (58), seorang petani asal Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mendukung Mama Emi dari Paket Marhaen saat pemilihan pada bulan Juni nanti.

Andung berkisah, dirinya telah lama mengenal sosok Mama Emi, sapaan akrab Emelia.

"Anak saya yang laki-laki tinggal di Soe. Saya sudah banyak dengar cerita soal Mama Emi. Sebelum mencalonkan diri sebagai wakil gubernur, dia telah buat banyak hal," kata Andung.

Andung sangat berharap, Mama Emi bisa terpilih menjadi wagub NTT, agar bisa memperhatikan persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah ini.

"Listrik dan air sudah cukup lancar. Sebagai petani, kami berharap agar nanti bisa diberikan bantuan berupa traktor, agar proses bertani kami menjadi lebih lancar," terangnya.

Selain berharap agar Mama Emi bisa memperhatikan pertanian, Andung juga berharap agar Mama Emi nanti bisa lebih memperhatikan dunia pendidikan yang terjadi di wilayah Sumba Timur.

"Apalagi di kelurahan ini mau dibangun SMP. Harapan kami itu bisa terwujud dan bisa dibantu oleh Mama Emi nanti," jelasnya.

Terpisah, Kabonju Hita (58), seorang petani asal kelurahan Kawangu mengharapkan hal serupa. Baginya, traktor untuk membantu para petani tersebut sebaiknya dibagi per kelompok kerja.

"Di kelurahan ini ada dua kelompok petani. Tiap tahun kami menggarap lahan pertanian kami tanpa bantuan traktor. Kalau soal air dan listrik sudah cukup baik. Kami butuh traktor. Mudah-mudahan bisa dibantu nanti," katanya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP