Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Dinilai Sebagai Bukti Jokowi Tak Anti Islam

Sabtu, 19 Januari 2019 19:49 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Dinilai Sebagai Bukti Jokowi Tak Anti Islam Jokowi. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ulama terkemuka KH Abdul Hayyie Naim menyebut capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)bukan sosok anti-Islam. Salah satu contohnya, kata Abdul Jokowi mengambil kebijakan membebaskan terpidana terorisme, Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir.

Abdul merujuk pula tuduhan bahwa Jokowi melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Pernyataan itu disampaikan saat safari kebangsaan PDI Perjuangan jilid V.

"Buktinya sekarang mana yang nyatanya Jokowi anti-islam. Kagak. Si Ba'asyir dibebasin. Gitu. Yang salah ditindak siapa saja. Bukannya anti-Islam," ujarnya di Masjid Annur, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1).

Menambahkan, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihak yang menuduh Jokowi anti-Islam akan kualat. Dia pun memberi contoh perilaku Sandiaga Uno yang meloncati makam pendiri Nahdlatul Ulama. Melangkahi makam, berdasarkan kepercayaan orang Jawa, kata Hasto, justru akan kualat.

"Tadi sempat juga dibahas sama kiai, nanti kualat juga mengatakan Jokowi Ma'ruf tidak islami," kata dia.

Kemudian, Abdul melanjutkan perkataan Hasto. Dia bilang, Ma'ruf Amin pun memiliki 'senjata'. Abdul mengatakan, kalau memfitnah Ketum MUI itu, akan berbalik lagi ke pemfitnahnya.

"Kalau kata saya, baik-baiklah ke kiai Ma'ruf jangan suka umbar itu. Sebab dia punya senjata," ucapnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini