Anggota KPU Setuju Bocoran Soal Tak Lagi Diberikan di Debat Capres Kedua

Jumat, 18 Januari 2019 16:34 Reporter : Yunita Amalia
Anggota KPU Setuju Bocoran Soal Tak Lagi Diberikan di Debat Capres Kedua Komisioner KPU Wahyu Setiawan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Debat pertama calon Presiden-Wakil Presiden Kamis (17/1) malam dinilai kering gagasan. Banyak yang mengkambinghitamkan akibat kisi-kisi pertanyaan tema telah disampaikan kepada pasangan calon.

Gagasan dan argumentasi peserta debat dianggap tidak original karena telah mendapat kisi-kisi di awal.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengamini akan ada evaluasi dari debat pertama. Dalam satu diskusi di Kode Inisiatif, Wahyu mengatakan, telah mengusulkan agar debat kedua tidak lagi ada pembocoran kisi-kisi terhadap pasangan calon.

"Debat kedua nanti soal yang dibuat panelis tidak akan lagi diberitahukan ke pasangan calon, ini rekomendasi saya saat rapat pleno," kata Wahyu, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).

Wahyu menambahkan, pihaknya menerima secara terbuka atas segala kritik dan saran yang diterima KPU. Selain kritik bocoran kisi-kisi, KPU juga bakal mengevaluasi teknis dan mekanisme debat selanjutnya.

Durasi debat, menjadi hal yang dipertimbangkan untuk dievaluasi. Wahyu mengakui durasi 90 menit tidak akan cukup untuk menyampaikan visi, misi, gagasan para kandidat. Oleh sebab itu, kata Wahyu, KPU memungkinkan akan menambah durasi waktu debat.

"Ada beberapa evaluasi mekanisme debat seperti waktu, apakah perlu ditambah," kata Wahyu.

Wahyu meyakini adanya evaluasi oleh KPU diharapkan menambah nilai esensi debat selanjutnya. Kendati ia juga mengingatkan kepada dua pasangan calon Presiden-Wakil Presiden beserta tim kampanye masing-masing bahwa penyampaian visi misi ataupun gagasan tidak hanya dititik beratkan saat debat saja.

"Kami mendorong ke pasangan calon, debat itu kan salah satu dari sembilan metode kampanye. Kita juga mendorong paslon agar memanfaatkan metode kampanye lain," tandasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini