Amien Rais Tuding Tentara China Siap Duduki Indonesia

Selasa, 15 Januari 2019 18:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Amien Rais Tuding Tentara China Siap Duduki Indonesia Amien Rais usai diperiksa Polda Metro Jaya. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais khawatir China menguasai Indonesia. Menurutnya, China sedang melancarkan misi politik untuk menduduki negara-negara yang bisa menguntungkannya.

"Sebetulnya negeri tirai bambu sedang melaksanakan politik mengembangkan program hidup karena sudah pengap, maka dia melirik negara yang kira-kira bisa diduduki," kata Amien Rais saat diskusi 'Refleksi Malari Ganti Nahkoda Negeri' di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Contohnya, Amien mengaku pernah dibisiki salah seorang Jenderal TNI supaya peserta aksi bela Islam tak tepancing provokasi karena ada tentara China yang siap mengamankan aksi tersebut jika keadaan berujung tak kondusif.

"Kalau sampai merusak toko dan lain-lain yang amankan bukan TNI, tapi tentara China, yang ada di Indonesia dan ada puluhan ribu pucuk senjata di kota kota besar. Ini bukan hoaks ini bisa dikutip. Jadi saya kalau ngomong ada dasarnya bukan genderuwo, bukan sontoloyo, mari kita tabok, enggak ada," ujar Amien.

Aktivis reformasi tersebut pernah melacak lewat Google bahwa timses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla bertolak ke markas Partai Komunis China (PKC) beberapa bulan sebelum melakukan kampanye dalam Pilpres 2014 silam. Ini membuatnya yakin Indonesia bakal dikuasai China.

"Di sana petinggi PKC mengatakan eh tamu di Indonesia silakan anda mendengarkan apa yang sedang dibangun Xi Jinping, dia mengatakan China akan membuat one belt one road," ungkapnya.

Amien menjelaskan, One Belt One Road merupakan salah satu strategi pembangunan oleh pemimpin China Xi Jinping yang fokus pada konektivitas dan kerja sama antara negara-negara Eurasia. Jalurnya tersebut akan melewati Laut China Selatan, Laut China Timur, Selat Malaka, Selat Sunda sampai Laut Merah Amsterdam.

"Bacalah jadi ini bukan hoaks kita dikatakan bahwa China membuat negara yang dilewati ini supaya masuk ke perangkap China, akhirnya didikte diminta pelabuhannya kemana mana bahkan Pakistan sekarang komando ekonominya dipegang Beijing," ucap Amien.

Sementara itu, Presiden Jokowi pernah memastikan beredarnya informasi masuknya uang dan tentara RRC melalui Bandara Soekarno-Hatta yang beredar di media sosial adalah hoaks.

"Setelah kita cek, dicek kepolisian, berita itu tidak ada, dan berita itu tidak benar," kata Presiden Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini pun meminta, agar tidak ada pihak yang memperkeruh keamanan dan keutuhan negara jelang tahun politik 2019.

"Sepertinya memang semua itu disengaja untuk memperkeruh suasana," jelas Jokowi.

Karenanya, Jokowi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penyebar informasi hoaks, yang membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

"Nah inilah yang harus kita jaga dan ini tegas-tegas saya sampaikan kepada Kapolri, tindak tegas pelaku pelakunya," ujarnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini