Akses Sulit, KPU Tak Akan Hitung Surat Suara Diduga Tercoblos di Kuala Lumpur

Minggu, 14 April 2019 18:30 Reporter : Supriatin
Akses Sulit, KPU Tak Akan Hitung Surat Suara Diduga Tercoblos di Kuala Lumpur KPU Batalkan Parpol Ikut Pemilu Anggota DPRD Provinsi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan pihaknya tetap melanjutkan pemungutan suara Pemilu 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak ada penundaan pemungutan suara pascapenemuan surat suara tercoblos di Kuala Lumpur.

"Ya kami mengambil sikap untuk melanjutkan pemungutan suara," ungkap Ilham di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

Mengenai surat suara yang diduga tercoblos di salah satu tempat di Kuala Lumpur, KPU tak akan menghitungnya. Sebab, hingga saat ini KPU tidak mendapat izin masuk dari Ke polisian Diraja Malaysia (PDRM) untuk memeriksa surat suara tersebut.

"Dan tidak menghitung yang ditemukan itu. Dianggap sampah saja yang ditemukan itu," ucap dia.

Tidak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, lanjut dia, tidak akan mempengaruhi ketersediaan surat suara khususnya untuk metode pemungutan lewat pos.

"Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada," katanya.

Ilham menambahkan, berdasarkan laporan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) lokasi penemuan surat suara tercoblos bukan tempat resmi penyimpan surat suara Pemilu 2019. Tempat resmi penyimpanan surat suara hanya di Gedung KBRI dan Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur.

"Jadi tidak ada gudang lain, tidak ada gudang penempatan lain selain KBRI dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur," kata Ilham.

"Yang pasti kita mengkoordinasi dengan Panwas dan PPLN memang tidak ada kita menyewa tempat khusus di situ atau gudang di situ," imbuhnya.

Seperti diketahui, KPU mengutus dua komisionernya yakni Ilham Saputra dan Hasyim Asy'ari untuk melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu. Namun, kedua komisioner itu tidak diberikan akses oleh kepolisian setempat.

"Kami tidak dapat akses, sampai sekarang juga tidak dapat akses surat suara itu oleh polisi Diraja Malaysia," ucap Ilham. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini