'Airlangga Nakhoda Golkar yang Kurang Piawai Membaca Arah Angin'
Merdeka.com - Analis Politik dari Voxpol Research and Consulting, Pangi Syarwi menilai, kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar kurang memuaskan. Sebab, kursi Golkar turun enam kursi di DPR jika dibandingkan Pemilu 2014 lalu.
Pangi merujuk hasil Pemilu Legislatif 2019. Menurutnya, PDIP, NasDem dan PKB mampu menaikkan jumlah perolehan kursi di DPR periode 2019-2024. Sementara tidak untuk Partai Golkar.
Di sisi lain, katanya, Golkar yang tergolong partai besar justru mengalami penurunan jumlah kursi parlemen. Dalam analisis Pangi, hal itu tak terlepas dari kurang mampunya Airlangga memimpin partai yang pernah menjadi pemenang Pemilu 2004 tersebut.
"Airlangga ini memang tak ada terobosan yang dilakukan untuk menaikkan citra partai. Ibarat kapal, Golkar jika memiliki nakhoda yang bisa membawa dan memainkan isu yang diinginkan masyarakat tentu akan berlayar cepat dan menang," ujar Pangi.
Atas dasar itulah, Pangi meyakini, Jokowi kurang puas atas perolehan suara Golkar yang menjadi partai pendukungnya, malah mengalami penurunan kursi di DPR.
"Airlangga sebagai nakhoda Golkar kurang piawai membaca arah angin. Dia menjadi ketua umum yang tak ada efek ketokohannya, tak ada hasil tangan dinginnya yang bisa diakui dan dilihat," tutur akademisi dari UIN Jakarta tersebut.
Meskipun, dia mengakui, Golkar tetap memiliki kontribusi terhadap kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. Hanya saja, katanya, peran Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga memang kurang tampak dalam memenangkan calon presiden petahana itu.
"Jadi tangan dingin Golkar tak dominan, tak signifikan angkat kemenangan Jokowi. Di Banyak daerah justru (Jokowi) kalah," pendapat Pangi.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya