Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahmad Yani dukung Anies-Sandiaga, PPP Kubu Romi anggap sikap pribadi

Ahmad Yani dukung Anies-Sandiaga, PPP Kubu Romi anggap sikap pribadi Mukernas PPP di Ancol. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP PPP Kubu Romahurmuziy (Romi), Ahmad Baidowi menegaskan, setiap kader PPP harus patuh pada keputusan partai yang mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Oleh karena itu, kata dia, PPP melarang kadernya yaitu Ahmad Yani mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Ya tidak boleh, itu tidak diperbolehkan," kata Baidowi saat dihubungi, Jumat (21/10).

Apalagi, kata dia, Yani hanya kader biasa dan sama sekali tidak masuk di struktur pengurus DPP. Sehingga, sikap politiknya itu tidak mencerminkan keputusan DPP PPP.

Baidowi memastikan dukungan Yani untuk Anies-Sandiaga tidak akan berpengaruh pada perolehan suara Agus-Sylviana pada Pilgub 2017 mendatang.

"Kalau soal dukungan individu ya soal lain, misal disebut Pak Ahmad Yani, Pak Ahmad Yani kan tidak di struktural PPP, hanya kader biasa dan mendukung calon tertentu," tegasnya.

Yani disebut akan membawa basis massa PPP kubu Romi untuk mendukung Anies-Sandiaga. Kabar keretakan di tubuh PPP pun kembali muncul. Baidowi membantah kabar tersebut sekaligus menegaskan partainya tetap solid dan tidak goyah mendukung jagoan mereka.

"Jadi PPP secara resmi tidak pecah, karena hanya mendukung Agus dan Sylvi, gitu kan. Kalau ada oknum-oknum yang mengatasnamakan PPP itu oknum lah, dan tidak mempengaruhi dukungan struktural dan kultural PPP," tegasnya.

Hal itu, lanjutnya, ditunjukkan dengan diterimanya persyaratan pasangan Agus-Sylviana sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Karena dukungan struktural maupun kultural untuk DKI Jakarta solid dan terbukti usungan di KPU diterima dan Insya Allah tidak akan berubah," klaimnya.

Anggota Komisi II DPR ini memastikan belum ada kader PPP yang terpengaruh dengan bujukan Yani untuk merubah haluan mendukung Anies-Sandiaga. Pasalnya, dukungan Yani hanya sikap politik pribadi bukan resmi dari PPP.

"Enggak ada, sampai sekarang belum ada, kan dia bilang sifatnya personal, bukan sikap resmi partai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Baidowi belum bisa memastikan PPP akan memberikan sanksi kepada Yani. Pihaknya akan meminta klarifikasi dari Yani terlebih dahulu sebelum memutuskan sanksi.

"Dipelajari dulu tingkat pelanggarannya, kita kan baru lihat di media, nanti kita klarifikasi ke yang bersangkutan. Saya kira tidak ada persoalan. Solid-solid saja," pungkas dia. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP