Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agun Gunandjar tak masuk pengurus Golkar, ini saran buat Airlangga

Agun Gunandjar tak masuk pengurus Golkar, ini saran buat Airlangga Agun Gunandjar diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah mengumumkan kepengurusan baru partainya periode 2018-2019. Sejumlah nama baru muncul dalam kepengurusan Golkar era Airlangga. Nama Agun Gunandjar Sudarsa salah satu yang dicopot oleh Airlangga.

Agun awalnya jadi koordinator pemenangan Jawa Barat. Namun di kabinet baru era Airlangga, Agun tak mendapatkan tempat.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai, Golkar merugi karena tidak memasang Agun sebagai salah satu pengurus. Padahal, legislator Golkar itu dinilai kader yang getol membina pemilih di wilayah Jawa Barat yang dikenal sebagai provinsi yang menentukan di pemilu.

Pangi menganggap, Airlangga telah mengesampingkan peran Agun sebagai kader Golkar yang telah menunjukkan kecakapan dan dedikasinya. "Agun ini punya kapasitas, jam terbang politik dan organisasi ini dia tak usah diragukan," ujar Pangi, Selasa (23/1).

Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menambahkan, semestinya Airlangga mempertimbangkan nama Agun untuk masuk dalam kepengurusan. Setidaknya, ada posisi yang bisa dipakai Agun untuk menambah dukungan bagi Golkar.

"Agun menurut saya mestinya dipertimbangkan di berbagai posisi. Bisa ditugaskan di partai atau jabatan publik. Mestinya diberikan dia di salah satu. Bisa di partai atau di jabatan publik," kata Pangi.

Lebih lanjut, Ipang -sapaan Pangi- mengatakan, Agun sebenarnya sosok bagus yang bisa dipakai untuk terus membesarkan Golkar di Jawa Barat. Terlebih, kiprah Agun untuk Golkar di Jabar sudah terbukti.

"Golkar diperhitungkan sampai saat ini salah satunya karena peran Kang Agun juga. Dia punya nama baik di Jawa Barat dan membantu insentif elektoral. Kalau tak ada tokoh-tokoh seperti Agun di Jabar, belum tentu bisa Golkar seperti saat ini," ulasnya.

Karena itu, Pangi menilai, Airlangga sebaiknya mengkaji ulang kepengurusan Golkar yang telah diumumkan. Sebab, tak semestinya kader dadakan bisa jadi pengurus, sementara senior yang sudah berjasa justru disingkirkan.

"Mereka senior yang punya kapasitas, mestinya ditempatkan di pos selayaknya. Jangan sampai didiamkan seakan dibuang. Jangan sampai, karena mereka aset Golkar dan harus di-maintenance," katanya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP