Agum Gumelar Ajak Kawal Jokowi-Ma'ruf dari Kekuatan Radikal

Senin, 1 Juli 2019 02:01 Reporter : Merdeka
Agum Gumelar Ajak Kawal Jokowi-Ma'ruf dari Kekuatan Radikal agum gumelar di acara alumni SMA Jakarta bersatu. ©2019 Merdeka.com/ady anugrahadi

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (RI) resmi menetapkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Para tokoh mengajak kedua pendukung capres dan cawapres yang berkompetisi kembali bersatu untuk membangun Indonesia.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agum Gumelar menyatakan, perbedaan sempat mewarnai pemilihan presiden 2019. Saat ini semua itu harus diakhiri.

"Kemarin kita berbeda, itu sesuatu yang wajar, tapi itu semua berakhir sudah tidak ada lagi 01 dan 02," kata Agum Gumelar di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (20/6).

Agum mengatakan, mari bersama-sama mengawal pemerintah. Ia menerangkan, ke depan tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia semakin berat.

"Bagaimana kita mengawal sampai 2024 ke sana. Jangan sampai dikuasai kekuatan yang radikal. Kita harus cegah, dan itu tugas kita semua. Abadi untuk mengawal," ujar dia.

Senada, Sekretaris Kabinet Pramono Anung berharap antar pendukung bisa segera melakukan rekonsiliasi. "Ayo bersatu, kembali rukun membangun bangsa ke depan," ujar dia.

Pramono pun menyinggung proses rekonsiliasi antara dua capres dan cawapres yang berkompentisi.

"Komunikasi sebenarnya sudah terjadi. Ditunggu saja sampai pelantikan," ujar dia.

Keduanya hadir di acara syukuran dan halal bihalal, dengan mengusung tema 'Semangat Kebaikan'. Acara digelar oleh Relawan pendukung pasangan Jokowi, KH. Maruf Amin yang tergabung dalam Alumni SMA JAKARTA BERSATU atau ASJB di Hotel Grand Kemang, Jakarta pada Minggu (30/6).

Ketua Panitia Acara Syukuran dan Halal Bihalal, Metta Ariesta menjelaskan, tema yang diusung merupakan wujud syukur atas terlaksanaknya Pemilu yang damai. Sekaligus terpilihnya Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode tahun 2019-2024.

"Tema Semangat Kebaikan memiliki makna yang dalam. Bukan hanya kebaikan yang dimaksudkan menjadi bermanfaat bagi sesama, tapi juga tidak melakukan pembiaran terhadap orang-orang atau kelompok-kelompok yang dapat memecah belah bangsa," kata alumni SMA 6 itu.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Agum Gumelar
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini