Advokat muda sebut OSO tak layak dapat Bhineka Tunggal Ika Award
Merdeka.com - Puluhan pengacara muda yang tergabung dalam Aliansi Advokat Muda Indonesia (AAMI) menggelar aksi unjuk rasa mengkritik pemberian penghargaan Bhineka Tunggal Ika Award 2017 dari salah satu kantor berita dan LPI (Lembaga Pemilih Indonesia) terhadap sejumlah politisi.
AAMI mengkritisi pemberian penghargaan tersebut, terutama kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO). OSO dinilai tidak layak mendapatkan penghargaan tersebut karena pengangkatannya sebagai pimpinan tertinggi DPD.
"Kami mendesak agar abang senior kami Bonny Hargens untuk membatalkan penganugerahan penghargaan kepada Bapak Oesman Sapta Odang dan kami meminta kepada bapak OSO untuk mundur dari jabatannya agar dapat memberikan contoh yang baik sebagaimana para pendiri bangsa," ujar Ketua AAMI Rizky Sianipar saat berorasi di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (21/5).
AAMI kecewa dengan pemberian penghargaan yang ditujukan kepada OSO. Itu dinilai telah mencederai jiwa Pancasila serta etika dalam berpolitik. "Seharusnya tahu kalau OSO memperoleh jabatannya dengan cara yang menurut kami di luar dari semangat Kebangkitan nasional,"ujarnya.
Lebih jauh Rizky Sianipar menambahkan, AAMI telah mengambil langkah untuk memproses pelanggaran etik terkait jabatan yang diduduki OSO. "Kepentingan bersama haruslah yang utama, ego pribadi harus bisa disingkirkan, penerima penghargaan tersebut haruslah juga tidak mementingkan ego besarnya, dan untuk itu kami AAMI telah melaporkan beliau (OSO) kepada Komisi Yudisial pada kamis (18/5) lalu," tutup nya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya