Ada Menteri Kesayangan Prabowo, Ini Sederet Nama Kejutan yang Ramaikan Bursa Caketum PPP

Seluruh pengurus PPP di pusat hingga daerah menginginkan ketua umum baru pada Muktamar 2025.

Muhammad Genantan Saputra
Ada Menteri Kesayangan Prabowo, Ini Sederet Nama Kejutan yang Ramaikan Bursa Caketum PPP
Ada Menteri Kesayangan Prabowo, Ini Sederet Nama Kejutan yang Ramaikan Bursa Caketum PPP (Merdeka.com)

Juru bicara DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman Tokan meyakini seluruh pengurus PPP di pusat hingga daerah menginginkan ketua umum baru pada Muktamar 2025. Sebab, hingga ini Ketum PPP hanya diisi pelaksana tugas, bukan hasil pemilihan di Muktamar.

"Jika benar ada 20 DPW PPP ingin Ketum baru diMuktamar 2025, menurut saya jangankan 20 DPW PPP, semua DPW PPP, DPC PPP dan DPP PPP pasti menghendaki Ketum baru di Muktamar, kenapa begitu? Perlu di catat bahwa hari ini PPP masih dipimpin oleh Plt Ketua Umum, bukan Ketum hasil Muktamar," kata Usman saat dihubungi, Rabu (14/5).

Usman mengatakan, saat ini nama nama bursa calon ketua umum PPP sudah bermunculan. Dari kalangan internal terdapat nama Muhamad Mardiono, Muhammad Romahurmuziy, ⁠Sandiaga Salahudin Uno, ⁠Amir Uskara dan Taj Yasin Maimoen.

"Pak Suharso Monoarfa juga punya peluang yang sama kalau beliau bersedia maju kembali," ucapnya.

Sementara, nama eksternal yang muncul ke permukaan ialah Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Mentan Amran Sulaiman dan ⁠Agus Suparmanto. Amran menjadi salah satu Menteri kesayangan Presiden Prabowo Subianto seperti diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

"Nama nama eksternal ini ada yang terdengar samar samar tapi ada juga yang sudah melakukan konsolidasi serta muncul bertemu dengan beberapa kawan-kawan pimpinan wilayah atau DPW PPP dan ada juga sudah redup," tuturnya.

Buka Pintu Tokoh Eksternal

Usman mengatakan, pihaknya akan menyambut baik bila nama-nama eksternal ini benar akan maju jadi caketum PPP.

"Dan berharap apabila tidak terpilih tetap bergabung dan berjuang membesarkan PPP untuk merebut kembali kejayaan PPP di pemilu 2029 yang akan datang," ucapnya.

Menurutnya, semua pengurus PPP berkeinginan untuk segera mungkin melaksanakan Muktamar untuk memilih ketua umum baru. Menurutnya, PPP perlu waktu cukup konsolidasi menyeluruh agar lolos di Pemilu 2029.

"Dinamika yang terjadi belakangan ini membuktikan bahwa PPP masih seksi dan punya sejarah panjang selama Orde Baru maupun reformas, sehingga banyak peminat yang bermunculan baik internal maupun eksternal untuk berlomba menjadi orang nomor satu di PPP," tuturnya.

Usman bersyukur, meski tak punya kursi di DPR RI, masih banyak orang yang peduli pada PPP. Dia menginginkan agar ketum baru PPP melakukan kerja ekstra.

"Diharapkan Ketum baru adalah sosok yang bisa diterima baik disemua kalangan atau elemen masyarakat pemilih, memiliki modal sosial dan kapital serta kepemimpinan yang cukup mumpuni," pungkasnya.

Rekomendasi