Lima Menteri Jokowi Respons Dingin Isu Reshuffle Kabinet

Selasa, 25 Februari 2020 16:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra, Intan Umbari Prihatin
Lima Menteri Jokowi Respons Dingin Isu Reshuffle Kabinet Menteri Kabinet Indonesia Maju. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Para menteri Jokowi-Ma'ruf memilih merespons dingin isu reshuffle kabinet. Isu ini berhembus dua pekan belakangan ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo misalnya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi soal reshuffle kabinet. Menurutnya, perombakan kabinet adalah kewenangan kepala negara.

"Tentu bukan saya yang harus jawab, semuanya terserah beliau, tentu beliau punya hitung hitungan," kata Syahrul di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/2).

Politikus Partai NasDem tersebut menambahkan, bahwa dirinya serius menjalankan tugas dengan baik dan terus mencapai target pemerintah.

"Saya ini orang lapangan, orang kerja, apa saja saya kerja sesuai dengan target, sesuai dengan tupoksi, bagi saya tugas ini adalah ibadah," kata Syahrul.

1 dari 2 halaman

Syahrul pun tidak mau menjawab bila seandainya dirinya terkena reshuffle. "Saya enggak bisa jawab itu," ucapnya.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ogah merespons soal isu perombakan kabinet. "Tanya yang lain saja," ucap dia.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara tidak mau mencari-cari kabar terkait pergantian menteri. Dia memilih tetap bekerja.

"Reshuflle-reshuffle yang menurut saya kita bekerja saja dengan sesuai dengan fungsinya, kita enggak pernah cari-cari tahu juga soal reshuffle," kaya Juliari.

Dia menjelaskan yang bisa menilai kinerjanya hanya Jokowi. Dan dia yakin selama para menteri kabinet kerja secara profesional, Mantan Gubernur DKI Jakarta pun akan menilai.

"Ya presiden yang menilai saya, dan kinerja saya yang menilai presiden.Dan selama kita bekerja sesuai profesional kita, dan juga sesuai dengan tugas dan fungsi kita ya nanti penilainnya biar presiden yang menilai," ungkap Juliari.

Sedangkan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy hanya tertawa mendengar kabar reshuffle. Dia menghindar dan masuk ke mobil.

Begitu pula dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia memilih berlalu dari kejaran wartawan.

2 dari 2 halaman

Dua minggu belakangan ini, isu reshuffle berhembus. Awalnya dari Tim 9 Golkar yang prediksi bakal ada reshuffle usai Lebaran. Namun, DPP Golkar menegaskan, kelompok tim 9 itu ilegal.

Kemudian, pertemuan Jokowi dan para influencer atau buzzer di Istana Bogor pekan lalu disorot. Sebab, salah seorang buzzer pendukung Jokowi, Dede Budhyarto mencuit di Twitter tentang isu reshuffle bagi menteri yang dianggap tak mampu kerja.

Isu reshuffle kabinet pertama kali diucapkan salah satu pendukung Jokowi, Dede Budhyarto dalam akun twitternya, Jumat, 21 Februari 2020. Dede membeberkan hasil pertemuan para pendukung dengan Jokowi.

Dia menuturkan bahwa Jokowi akan mengganti menteri-menteri yang dinilai kinerjanya tidak bagus. Meski begitu, Dede tak menyebutkan siapa saja menteri yang akan diganti.

"Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi. Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede.

Saat dihubungi Liputan6.com lewat sambungan telepon, Dede tak mau berkomentar soal cuitannya itu. Dia mengaku sedang sakit.

"Maaf ya saya sedang sakit, tidak bisa menjawab. Maaf ya," ucap Dede saat dihubungi. [rnd]

Baca juga:
Menkominfo Pasrahkan Reshuffle Kabinet pada Jokowi
Jokowi Tak Beri Isyarat Reshuffle Kabinet
Kabar Reshuffle Kabinet, Ketua DPR Ingatkan Menteri Harus Kerja 'Ngegas'
Mahfud: Di Kabinet Enggak Ada Isu Reshuffle
Jokowi Minta Rakyat Maafkan Menteri yang Belum Cepat Adaptasi dan Maksimal Bekerja
Sandiaga: Belum 6 Bulan Kerja, Terlalu Dini Jika Jokowi Mau Reshuffle Menteri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini