4 Komisioner dan 2 Pegawai KPU di Sulsel Dicatut jadi Kader Parpol

Senin, 8 Agustus 2022 17:26 Reporter : Ihwan Fajar
4 Komisioner dan 2 Pegawai KPU di Sulsel Dicatut jadi Kader Parpol kotak suara pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan nama empat komisioner dan dua pegawai dicatut saat pendaftaran partai politik (parpol). Dugaan pencatutan nama itu setelah empat komisioner dan dua pegawai KPU di Sulsel mengecek di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya membenarkan nama empat komisioner dan dua pegawai KPU di wilayahnya didaftarkan oleh partai politik di Sipol. Asram menjelaskan sebelumnya KPU RI sudah memerintahkan seluruh pegawai dan komisioner mengecek identitasnya apakah didaftarkan parpol atau tidak di Sipol.

"KPU Sulsel dan jajaran diminta untuk mengecek semua, ternyata ada beberapa. Ada yang tercantum itu akhirnya menyampaikan tanggapan, karena tidak pernah menyertakan dan tidak pernah menyetujui," ujar Asram kepada wartawan di kantor KPU Sulsel, Senin (8/8).

Asram mengatakan, empat komisioner dan dua pegawai itu dicatut oleh parpol karena masyarakat bisa mengecek namanya secara mandiri apakah terdaftar sebagai pengurus dan kader parpol di website info.pemilu.kpu.go.id. Menurut dia, masyarakat yang ingin mengecek hanya memasukan nomor induk kependudukan (NIK).

"Sebelum pendaftaran parpol itu mereka mengunduh dokumen persyaratan ke Sipol. Dokumen persyaratan itu salah satunya KTP-el dengan menginput NIK-nya," ujar dia.

Meski telah mendata ada empat komisioner dan dua pegawai KPU di Sulsel tercatut namanya, Asram enggan mengungkapkan identitas mereka. Tak hanya itu, Asram juga enggan mengungkapkan parpol apa saja yang mencatut nama empat komisioner dan dua pegawai KPU di Sulsel.

"Itu yang belum bisa kami sampaikan, karena kan masih dalam proses tanggapannya. Parpolnya saja kami tidak tahu, karena semua ada di KPU pusat dan masih diproses tanggapannya," tegasnya.

2 dari 2 halaman

98 Anggota KPUD Dicatut Parpol

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbitkan surat menginstruksikan KPU Daerah mendata anggotanya. Hal itu, menyusul 98 anggota KPU daerah yang namanya dicatut partai politik (Parpol).

"Kemarin kami menerbitkan surat memerintahkan kepada KPU se-Indonesia agar melakukan pendataan secara resmi dan mereka juga menyampaikan surat klarifikasi kepada kami," kata kata Komisioner KPU Idham Holik, saat diwawancarai di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (8/8).

Dia menegaskan bahwa 98 anggota KPU daerah tidak mengetahui perihal nama dan NIK-nya dicatut pada aplikasi Sipol oleh partai politik sebagai anggota partainya.

98 Anggota yang namanya dicatut juga tidak pernah mendaftarkan diri sebagai anggota partai politik.

"Kami tanyakan ke KPU provinsi, mereka seluruhnya menyatakan tidak tahu menahu dan mereka tidak pernah melakukan permohonan penerbitan KTA partai politik," kata Idham, saat diwawancarai di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (8/8).

Idham menjelaskan, bahwa salah satu syarat menjadi penyelenggara Pemilu di daerah adalah tidak boleh menjadi anggota partai politik dalam lima tahun terakhir.

Apabila mereka pernah menjadi anggota partai, tentu hal itu bisa diketahui dalam proses pemilihan.

"Sehingga dalam ketentuan kami Pasal 32 Ayat 1 huruf A apabila ada penyelenggara Pemilu yang menjadi anggota partai politik maka potensinya keanggotaan partai politiknya tidak memenuhi syarat," jelas Idham. [gil]

Baca juga:
Cak Imin: Mohon Doa Restu Kiai Semoga PKB Juara Pemilu 2024
Kekompakan Prabowo dan Cak Imin Daftarkan Partai Ke KPU RI
Prabowo Bawa Pesan Jokowi saat Daftarkan Gerindra ke KPU, Ini Isinya
KPU Wanti-Wanti Parpol Daftar Lebih Awal, akan Tolak Jika Dokumen Tidak Lengkap
OSO Pimpin Hanura Daftar jadi Partai Calon Peserta Pemilu 2024 ke KPU
Potret Ketum Hanura OSO Didampingi Relawan Berpakaian Adat saat Daftar ke KPU
Kawal Prabowo-Cak Imin, Massa Pendukung Gerindra-PKB Sempat Ricuh di KPU

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini