Yonif 756/WMS Gelar Lomba Tari Kreasi Baliem, Pelajar Jayawijaya Tampil Memukau

Batalyon 756/WMS sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Baliem untuk pelajar SMP se-Jayawijaya. Ajang ini jadi wadah pelestarian budaya dan kreativitas generasi muda Papua Pegunungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Yonif 756/WMS Gelar Lomba Tari Kreasi Baliem, Pelajar Jayawijaya Tampil Memukau
Batalyon 756/WMS sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Baliem untuk pelajar SMP se-Jayawijaya. Ajang ini jadi wadah pelestarian budaya dan kreativitas generasi muda Papua Pegunungan. (AntaraNews)

Batalyon Infanteri 756/WMS sukses menyelenggarakan lomba tari kreasi budaya Lembah Baliem di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 batalyon tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai budaya lokal yang kaya di tengah generasi muda.

Lomba yang digelar pada Minggu (23/11) ini diikuti oleh para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari seluruh Kabupaten Jayawijaya. Mereka menampilkan berbagai kreasi tari yang memukau, memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Inisiatif ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda di Papua Pegunungan.

Komandan Batalyon Infanteri 756/WMS, Letkol Inf Yoel Sry Liga, menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, lomba ini merupakan wadah penting bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat dan memperkuat kecintaan pada warisan budaya leluhur. Semangat serta antusiasme para peserta menjadi bukti nyata keberhasilan acara ini.

Semangat Pelestarian Budaya melalui Lomba Tari Kreasi Baliem

Lomba tari kreasi budaya Lembah Baliem ini merupakan upaya nyata Batalyon 756/WMS dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Peringatan HUT ke-21 batalyon dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur mereka. Inisiatif ini selaras dengan misi pelestarian identitas budaya di Jayawijaya.

Setiap kelompok peserta menampilkan gerakan yang energik dan penuh semangat di hadapan para juri dan penonton. Mereka berhasil memadukan unsur tradisi Lembah Baliem dengan kreativitas modern, menciptakan tarian yang unik dan menarik. Kostum penuh warna khas Baliem turut menambah daya tarik setiap penampilan, mencerminkan kekayaan budaya setempat.

Letkol Inf Yoel Sry Liga menyampaikan, “Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dari SMP se-Kabupaten Jayawijaya, dimana mereka tampil memukau dengan kreasi tari yang mengangkat kekayaan budaya Lembah Baliem.” Ia menambahkan bahwa kekompakan, ekspresi, dan keberanian dalam menjelajahi bentuk kreasi baru menjadi daya tarik utama dari seluruh penampilan.

Apresiasi dan Dukungan untuk Generasi Muda Jayawijaya

Komandan Batalyon Infanteri 756/WMS memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh peserta yang telah tampil maksimal. Ia menekankan pentingnya ajang seperti lomba tari kreasi Baliem ini bagi perkembangan generasi muda. Semangat dan totalitas yang ditunjukkan para pelajar SMP se-Kabupaten Jayawijaya sangat membanggakan.

Menurut Letkol Inf Yoel Sry Liga, “Lomba tari ini bukan hanya ajang menunjukkan bakat, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menjaga, menghargai dan mengembangkan budaya leluhur. Kami bangga melihat semangat adik-adik SMP se-Kabupaten Jayawijaya yang tampil dengan totalitas dan kreativitas luar biasa.” Pernyataan ini menegaskan fungsi edukatif dan pelestarian dari kegiatan tersebut.

Batalyon Infanteri 756/WMS berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan seni budaya serupa di masa mendatang. Hal ini merupakan bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi pelajar di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya. Dukungan ini diharapkan dapat menumbuhkan lebih banyak talenta muda yang peduli akan budayanya.

“Dalam momentum HUT ke-21 ini, kami ingin memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya. Semoga kecintaan terhadap budaya Baliem terus tumbuh dan menjadi identitas yang membanggakan,” pungkas Letkol Inf Yoel Sry Liga. Harapan ini menjadi pendorong bagi keberlanjutan program pelestarian budaya di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi