Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wiranto: Pernyataan Pak SBY tak perlu saya nilai

Wiranto: Pernyataan Pak SBY tak perlu saya nilai Wiranto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) ngawur karena memberi informasi adanya partai politik menunggangi demonstrasi menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). SBY juga geram informasi dari intelijen mengarah bahwa dirinya yang menggerakkan demonstrasi.

Menko Polhukam Wiranto tak ingin menanggapi berlebihan pernyataan SBY. Menurutnya, hal itu hanyalah pernyataan pribadi dari Presiden ke-6 tersebut.

"Nggak perlu saya elaborasi, itu kan pernyataan pak SBY, dan saya tidak perlu menilai. Karena beliau mantan pejabat, beliau tahu apa yang diucapkan, oleh karena itu, itu kan pernyataan pribadi beliau," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/11).

Wiranto mengatakan sampai saat ini tak mencium adanya keterlibatan partai politik sebagai donatur demonstrasi besar-besaran tersebut.

"Kita tidak pada kapasitas itu ya. Kalau mendanai itu untuk apa? Kalau mendanai untuk demonstrasi tentu ada tujuan. Tujuannya apa?" ujarnya.

Sementara itu, mantan Panglima ABRI ini enggan mengomentari demonstrasi yang dilatarbelakangi atas tuduhan penistaan agama oleh Ahok itu merupakan salah satu cara menjatuhkan Ahok yang bertarung dalam gelaran Pilgub DKI tahun 2017. Sehingga ada tudingan demonstrasi diboncengi oleh lawan Ahok di Pilgub DKI.

"Ya nggak boleh. Itu engga bisa dong. Kalau membonceng tujuannya apa? Itu kan kamu (sebut Demonstrasi berkaitan dengan Pilgub DKI)" ujarnya.

SBY sebelumnya, mengkritik Badan Intelijen Negara (BIN) yang harusnya membawa data akurat. Dia menilai hal ini sudah menjurus ke fitnah.

Kalau dikaitkan dengan situasi sekarang kalau ada info analisis intelijen seperti itu saya kira berbahaya, menuduh orang, kelompok, partai politik melakukan itu, itu fitnah, fitnah lebih kejam dibanding pembunuhan," kata SBY di Cikeas.

SBY tak yakin ada yang menggerakkan aksi massa 4 November nanti. Menurut dia, demonstrasi itu murni penyampaian aspirasi masyarakat.

"Kedua menghina, rakyat bukan kelompok bayaran, urusan hati nurani tidak ada yang bisa mempengaruhi, uang tidak ada gunanya, apalagi urusan akidah, banyak di dunia mereka rela korbankan jiwa demi akidah," tegas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP