Waspadai propaganda radikalisme lewat konten-konten di dunia maya

Sabtu, 3 Februari 2018 14:29 Reporter : Didi Syafirdi
Waspadai propaganda radikalisme lewat konten-konten di dunia maya Kepala BNPT Komjen Suhardi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Generasi muda diminta lebih berhati-hati memanfaatkan media sosial. Sekarang ini penyebaran paham radikal kerap dilakukan lewat dunia maya. Bahkan rekrutmen pun bisa dilakukan tanpa tatap muka.

"Banyak yang tidak menyadari bahwa propaganda radikalisme masuk melalui smartphone yang dikirimi berbagai macam konten di grup-grupnya. Oleh karena itulah harus hati-hati menggunakan smartphone," ungkap Kepala badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius dalam keterangannya, Sabtu (3/2).

Alumni Akpol tahun 1985 ini mengatakan bahwa lingkungan kampus juga tidak luput dari virus radikalisme. Hal tersebut didasari dari hasil identifikasi beberapa kampus mahasiswanya telah disusupi pengaruh radikalisme. Selain mahasiswa, ada juga dosen terindikasi mengajarkan radikalisme.

"Saya memberikan kuliah umum di ITB Bandung, saya katakan harus bangga karena Presiden pertama dari ITB Bandung, namun harus juga mawas diri karena teroris juga ada yang barasal dari ITB Bandung," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya, beberapa waktu lalu ada pemilihan rektor di sebuah kampus. Namun setelah dikroscek ternyata calon rektor tersebut telah diidentifikasi menjadi simpatisan kelompok radikal.

"Dengan kejadian itu maka kita segera ambil tindakan dengan memberikan bukti bahwa tidak bisa kita biarkan orang yang telah terindikasi radikal menjadi rektor," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Melihat fenomena yang terjadi, dia menekankan kepada segenap civitas akademika khususnya mahasiswa untuk selektif dan cerdas dalam menggunakan dunia maya maupun media sosial.

"Jangan ditelan mentah-mentah berita yang diterima dan selalu mengkritisi jika mendapatkan ajakan ataupun berita yang menjurus ke paham radikal," tuturnya.

Suhardi memberikan kuliah umum dihadapan 350 Mahasiswa dan civitas akademika Universitas Andalas Padang, Jumat (2/2). Di akhir paparannya, mantan Wakapolda Metro Jaya ini mengatakan bahwa mahasiswa merupakan Agen of Change (sebagai agen perubahan) dan calon pemimpin bangsa yang harus terus menambah wawasan keilmuannya.

"Kampus merupakan institusi tempat berkembangnya berbagai pemikiran untuk membangun bangsa demi kemaslahatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya berharap ke depan agar adik-adik mahasiswa dan pihak kampus turut terlibat secara aktif dalam upaya menanggulangi paham radikal terorisme," tandasnya.

Turut mendampingi Kepala BNPT dalam kuliah umum tersebut yakni Rektor Universitas Andalas, Tafdil Husni, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Hermansah dan salah satu anggota kelompok ahli BNPT, Hamdi Muluk. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini