Waspada Virus Corona, Menkes Minta Penjagaan Ketat di Bandara dan Pelabuhan

Kamis, 16 Januari 2020 16:11 Reporter : Supriatin
Waspada Virus Corona, Menkes Minta Penjagaan Ketat di Bandara dan Pelabuhan Menkes dan Dirut BPJS rapat di DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melakukan berbagai antisipasi mencegah masuknya virus baru menyebabkan wabah SARS dan MERS mematikan dari Kota Wuhan, China Tengah. Terawan mengaku telah memerintahkan bawahannya untuk menjaga ketat jalur masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan.

"Semua bandara, semua pelabuhan waspada," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/1).

Terawan menyebut virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan itu sudah menyasar Bangkok. Bahkan, berdasarkan laporan terbaru hari ini sudah masuk ke Jepang.

"Nah sekarang ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," jelasnya.

Terawan mengaku belum mengetahui model penyebaran virus yang diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru itu.

"Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," ucap Terawan.

1 dari 1 halaman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap lebih dari 50 kasus pnemonia di kota Wuhan, China Tengah, kemungkinan disebabkan oleh jenis baru dari virus yang menyebabkan wabah SARS dan MERS mematikan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (9/1), WHO mengatakan, mereka membutuhkan informasi yang lebih lengkap untuk memastikan secara tepat jenis patogen penyebab infeksi, yang mana menyebutkan virus corona baru sebagai salah satu kemungkinannya.

Berdasarkan hasil laporan dari China Central Television (CCTV), pada 7 Januari, pihak laboratorium telah mendeteksi tipe baru dari virus corona. Hal tersebut dikutip berdasarkan hasil tes patogen dari kelompok pakar penilaian awal yang lebih meyakinkan.

Jenis virus pnemonia misterius ini telah menginfeksi puluhan orang dan membuat seluruh Asia waspada.

Coronavirus merupakan jenis "keluarga besar" virus yang dapat menyebabkan infeksi, mulai dari flu biasa hingga SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang merupakan sindrom pernapasan akut parah.

Jenis coronavirus baru yang menyebabkan wabah ini berbeda dari coronavirus manusia yang ditemukan sebelumnya, dan untuk pemahaman lebih lanjut tentang virus ini, diperlukan sebuah penelitian yang lebih ilmiah.

Beberapa jenis virus menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, tetapi ada juga beberapa penyakit yang jauh lebih parah seperti yang menyebabkan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

"Informasi awal tentang kasus-kasus pneumonia di Wuhan ... mengarah ke coronavirus sebagai patogen yang mungkin menyebabkan kluster ini," kata WHO.

Jenis coronavirus baru tidak dapat dihindari. Hal itu dikarenakan otoritas China telah melakukan tes laboratorium dan menghilangkan coronavirus SARS dan MERS sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya flu, flu burung, adenovirus, dan patogen infeksi pernapasan umum lainnya.

Sebanyak 59 kasus telah dilaporkan oleh Otoritas China sejak wabah pneumonia terjadi bulan lalu. WHO mencatat bahwa coronavirus muncul secara berkala, yang menyebabkan SARS pada tahun 2002 dan menyebabkan MERS pada 2012.

Menurut otoritas China, virus di balik kasus-kasus Wuhan dapat menyebabkan penyakit parah pada beberapa pasien dan tampaknya tidak menular dengan mudah dari orang ke orang.

WHO mengatakan diperlukan informasi yang lebih jelas untuk memastikan patogen, untuk lebih memahami epidemiologi wabah, gambaran klinis, penyelidikan untuk menentukan sumber, cara penularan, tingkat infeksi, dan penanggulangan yang diterapkan.

Pada 2003, pejabat Cina menutupi wabah SARS selama berminggu-minggu sebelum meningkatnya jumlah korban jiwa. Penyakit ini menyebar dengan cepat ke kota dan negara lain pada 2003 hingga menyebabkan lebih dari 8.000 orang terinfeksi dan 775 meninggal. [lia]

Baca juga:
Virus Baru Mirip SARS Mewabah di China, Lebih dari 50 Orang Terjangkit
Wabah Pneumonia dari Wuhan Dipastikan Bukan SARS, Wujud Aslinya Masih Diselidiki
Satu Lagi Pembawa Bangkai Babi di Deli Serdang Ditangkap Polisi
Nelayan di Deli Serdang Minta Pembuang Bangkai Babi di Sungai Ditindak
Bangkai Babi Berserakan di Danau Siombak Medan Bikin Penjualan Ikan Menurun

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini