Warga Petobo enggan bangun rumah di lokasi bekas terkena Likuifaksi

Minggu, 14 Oktober 2018 08:05 Reporter : Wisnoe Moerti
Warga Petobo enggan bangun rumah di lokasi bekas terkena Likuifaksi Petobo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Korban gempa disertai lumpur akibat likuifaksi dari Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang mengungsi di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi butuh informasi rinci dari pemerintah mengenai rencana relokasi permukiman.

"Warga masih bertanya-tanya di mana rencana tempat relokasi," ucap Ketua RT01/RW05 Kelurahan Petobo, Abdul Naim di Sigi. Seperti dikutip dari Liputan6.com.

Warga yang kurang lebih berjumlah sekitar 68 jiwa atau sekitar 18 kepala keluarga tidak lagi memiliki tempat tinggal setelah tersapu likuifaksi. Sebagian warga masih memiliki lahan yang di wilayah Petobo yang tidak terdampak lumpur dan dapat digunakan untuk pembangunan tempat tinggal.

Namun warga enggan menggunakan lahan itu. Alasannya karena lokasi dekat dengan jalur patahan gempa Palu serta terdampak lumpur.

"Warga trauma berat dan takut. Tidak mau karena lokasinya dekat dengan jalur gempa dan terdampak lumpur," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa warga membutuhkan penjelasan dari pemerintah mengenai gempa dan lahan-lahan relokasi apakah rawan dari gempa atau tidak.

"Sebaiknya ada penjelasan dari pemerintah kepada warga mengenai gempa," katanya.

Sebagian besar warga Kelurahan Petobo tidak lagi memiliki tempat tinggal pascagempa disertai lumpur pada Jumat 28 September 2018. Warga pun membutuhkan bantuan pemerintah untuk pembangunan kembali tempat tinggal mereka. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini