Warga Palas Lampung Selatan Sampai Tebar Lele di Jalan Rusak yang 10 Tahun Tak Diperbaiki, Bupati Malah Apresiasi
Bupati Egi mengklaim apa yang dikeluhkan warga sudah menjadi atensinua, hanya untuk realisasi perbaikan infrastruktur itu butuh proses pelaksanaan
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menanggapi aksi protes yang dilakukan ratusan warga dengan menabur ikan lele di jalan rusak di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Aksi yang dilakukan pada Kamis (10/4) itu bentuk kekesalan warga karena jalan rusak di kampung mereka tak kunjung di perbaiki hingga 10 tahun lamanya.
Terkait hal tersebut, Egi mengapresiasi aspirasi masyarakat dengan cara kreatif dalam menyampaikan protes.
"Saya mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Terima kasih sudah beraspirasi dengan cara yang unik dan kreatif," katanya, Jumat (11/4)
Egi menjelaskan, sejak dirinya dilantik jalan yang menghubungkan enam desa itu yakni Desa Bumi Daya, Tanjung Jaya, Bumi Asri, Bumi Asih, Bumi Restu, dan Pulau Jaya sebenarnya sudah menjadi atensi dirinya sejak awal.
"Sejak satu bulan lalu, setelah saya dilantik, aspirasi jalan ini sudah saya atensi, hanya untuk realisasi perbaikan infrastruktur itu butuh proses pelaksanaan, ditambah lagi saat saya dilantik, APBD sudah dirancang dan ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya," jelasnya
Sebelumnya, ratusan warga berebut ikan lele di kubangan jalan rusak di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dengan menunjukan bentuk protes dengan kondisi jalan yang tak diperbaiki hingga saat ini, sejak 10 tahun lalu, sehingga menyulitkan masyarakat yang mayoritas sebagai petani dalam beraktivitas.