Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Nyaman Skuter Listrik Dilarang di Car Free Day

Warga Nyaman Skuter Listrik Dilarang di Car Free Day Car Free Day. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau disebut dengan car free day terasa ideal, meski tidak sempurna, bagi warga yang ingin beraktivitas di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, karena ketiadaan pedagang kaki lima (PKL). Persisnya, PKL hanya boleh berjualan di titik-titik tertentu.

Selain bebas dari PKL, warga cukup merasa nyaman dengan tidak adanya skuter listrik berkeliaran. Sebelum adanya insiden kecelakaan, skuter listrik yang disediakan perusahaan ojek online wara-wiri saat HBKB.

Nindy, seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat mengaku beberapa kali menikmati HBKB di Jakarta untuk olahraga lari. Namun saat maraknya skuter listrik, membuatnya sedikit tidak nyaman berolahraga.

"Dia bentuknya aja skuter tetapi dia memiliki mesin motor, mengganggu sedikit sih. Jadi mereka tuh mau olahraga atau mau fun skuter aja," kata Nindy saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (1/12).

Ia mengapresiasi adanya larangan skuter listrik beroperasi saat HBKB. Menurutnya, banyak pengguna skuter listrik tidak cakap menggunakan alat itu.

Bahkan ia mengaku beberapa kali pernah bersinggungan dengan pengguna skuter listrik yang umumnya berusia belasan tahun. "Mereka suka kencang begitu, padahal enggak bisa seimbanginnya kalau di depan ada orang ramai," kata dia.

PKL Juga Tak Ada

Pantauan merdeka.com, sejak pukul 07.00 sepanjang jalan Sudirman-Thamrin terlihat ramai, tanpa adanya skuter listrik. Selain berjalan kaki, banyak warga memanfaatkan HBKB dengan bersepeda.

Para pesepeda juga dimanjakan dengan jalur khusus saat HBKB, letaknya di sisi kanan jalan, bersebelahan dengan jalur Trans Jakarta.

Sementara itu, jika warga yang beraktivitas saat HBKB lapar, tak perlu bingung mencari makan. Karena PKL sejatinya tetap berjualan di titik titik yang telah ditentukan. Misalnya di samping Gedung Sarinah.

Di sana, PKL tumpah ruah menjajakan dagangannya. Mulai dari penjual makanan ringan hingga berat berkumpul di satu tempat.

Kendati mengapresiasi penataan PKL, Nindy menilai kebiasaan warga saat beraktifitas di HBKB patut diubah sedikit demi sedikit.

"PKLnya memang enggak ada di sepanjang jalan ini. Tapi jajanannya tetap ada, kan banyak orang-orang beli jajanan terus lanjut lagi jalan, perlu diawasi juga sampah kecil-kecil kayak begitu," kata dia.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP