Warga gusuran di Parangkusumo bertahan di tenda darurat
Merdeka.com - Puluhan warga terdampak penggusuran di Zona Inti Gumuk Pasir di Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY memilih untuk tetap tinggal dan bertahan di bekas bangunan rumah mereka yang dirobohkan. Saat ini mereka memilih untuk mendirikan tenda di bekas bangunan yang dirobohkan sebagai tempat tinggal darurat.
Menurut salah seorang warga terdampak penggusuran, Sarni (48) mengatakan bahwa dirinya bersama 12 Kepala Keluarga (KK) tinggal di tenda darurat dengan bahan terpal dan kayu bekas bangunan yang dirobohkan. Para warga terdampak penggusuran ini memilih tinggal di bekas bangunan yang dirobohkan karena tak punya lagi tempat tinggal.
"Kami tinggal di tenda yang sejak rumah kami dirobohkan itu. Dari Rabu sampai Minggu hari ini," kata Sarni, Minggu (18/12).
Sarni mengaku tak ada pilihan lain selain mendirikan tenda untuk tinggal. Sebab, kata dia, keluarganya sudah tidak memiliki tempat tinggal lain.
"Ini tinggal di tenda sama cucu saya, usianya dua tahun kurang tiga bulan. Kalau makan ya buat dapur darurat juga," ujar Sarni.
Heronimus, seorang aktivis yang mendampingi warga terdampak penggusuran di Zona Inti Gumuk Pasir, menuturkan bahwa ada 33 KK yang terdampak penggusuran pada Rabu (16/12) yang lalu. Dari 33 KK tersebut terdiri dari 55 orang dewasa, 15 anak-anak dan 3 balita.
"Ada sebagian warga tergusur yang sudah pindah. Warga yang tinggal di tenda darurat hanya 12 KK. Sisanya mungkin tinggal di rumah saudara atau terpaksa kontrak rumah," ujar Heron.
Heron menambahkan bahwa saat ini dirinya dan bersama sejumlah aktivis, relawan, dan mahasiswa tengah melakukan penggalangan bantuan untuk warga terdampak penggusuran. Bantuan yang diberikan antara lain berupa sembako, terpal, pakaian bekas, hingga uang tunai.
"Kami bantu warga untuk membuat kamar mandi darurat dengan banner bekas. Tapi kalau hujan ya memang kasihan bagi anak-anak dan balita," jelas Heron.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan penggusuran warga yang mendirikan bangunan di zona inti gumuk pasir pada 14 Desember lalu. Penggusuran tersebut menggunakan empat buah alat berat dan melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, dan TNI. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya